Apabila Akta Lahir Tidak Bisa Diperbarui.

Seperti yang kita ketahui, umumnya untuk pasangan yang akan melakukan nikah campur ( pernikahan WN Indonesia dengan WN Asing ) terutama untuk beberapa negara tertentu dibutuhkan Akta Lahir yang tidak boleh lebih dari 6 bulan.

Maksud dari tidak boleh dari 6 bulan ini adalah akta lahir tersebut dikeluarkan tidak lebih dari 6 bulan ..nah loh ini yang bikin bingung kan?? Soalnya umumnya kita sudah di bikinkan akta lahir sejak kita masih bayi and itu artinya akta lahir yang dikeluarkan sudah bertahun-tahun yang lalu.

Tidak bermaksud sok ngerti hukum karena pengetahuanku tentang hukum memang minim sekali, tapi ketika aku akan mengurus segala surat yang berhubungan untuk nikah campur, aku kesulitan untuk mendapatkan akta lahir yang di perbarui agar “usia” akta lahir itu tidak lebih dari 6 bulan. Kebetulan aku tidak tinggal di kota dimana aku di lahirkan, awalnya aku mengira aku bisa membuat akta lahir yang baru di mana aku berdomisili sekarang tapi berdasarkan informasi kantor capil setempat, aku harus mengunjungi kantor capil dimana akta lahirku pertama kalinya di keluarkan :s.

Akhirnya aku pun mengemas dan menempuh perjalanan dengan pesawat yang kemudian di ikuti dengan 5 jam perjalanan dengan mobil hanya untuk mengunjungi kampung halamanku….wew

Setelah tiba di kantor capil setempat, aku pun menceritakan maksud kedatanganku dan yang terjadi?? Aku malah di beri “pelajaran” tentang akta lahir hanya bisa di keluarkan satu kali saja kecuali akta lahir kita rusak ataupun hilang dan tentunya dengan syarat2 tertentu. Aku bersikukuh bahkan menunjukkan bukti persyaratan untuk menikah campur dari handphoneku dan salah satu persyaratan tersebut menyebut tentang akta lahir hang tidak boleh lebih dari 6 bulan. Karena aku berkeras hati, adanya aku yang di bentak :(. Aku tahu beberapa kantor catatan sipil yang sudah sering menerima pernikahan campur terutama kota besar tentunya sudah tidak heran dengan pembaruan akta lahir tersebut, tapi tidak dengan kantor capil dikota kecil. Umumnya mereka akn bersikeras untuk tidak menngeluarkan akta lahir baru apapun alasannya.

Aku sempat down tapi untunglah aku tidak kehilangan akal, aku pun meminta untuk di buatkan Surat Keabsahan Akta Lahir, tapi lagi lagi mereka tidak tahu apa itu surat keabsahan.. entahlah apa mereka memang benar benar tidak apa itu atau pura pura tidak tahu…tapi setelah memberikan contoh, surat keabsahan ku pun di keluarkan..(tentunya dengan sedikit drama) dan kemudian aku pun bawa kembali dan puji Tuhan, Akta Lahir ku bisa di terima walaupun tidak di “perbarui”.

Jadi kesimpulannya, apabila Akta Lahir tidak bisa dikeluarkan oleh Capil setempat, maka mintalah surat keabsahan akta lahir.. berdasarkan pengalaman pribadi apabila sudah ada surat keabsahan lahir maka specimen tanda tangan untuk akta lahir tidak diperlukan lagi.. ( specimen tanda tangan di butuhkan untuk proses legalisasi di kemenkumham dan departemen luar negeri ).

So untuk kamu kamu yang mempunyai kesulitan dalam meminta akta lahir yang baru, mintalah surat keabsahan akta lahir jadi jangan berkecil hati dulu ya. Tapi sekali lagi ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi saja jadi langkah proses mungkin saja berbeda.

Semoga postingan ini bisa membantu saudara yang kebetulan memiliki kesulitan dalam pembuatan akta lahir yang baru untuk kebutuhan nikah campur maupun untuk keperluan yang lainnya yang mensyaratkan akta lahir tidak lebih dari 6 bulan.

Persyaratan Nikah Campur antara WN Jerman dan WN Indonesia di Catatan Sipil Indonesia.

Selamat Siang!!

Seperti yang pernah kubicarakan sebulan yang lalu, kali ini aku akam membahas proses atau persyaratan untuk menikah campur khususnya WN Jerman dengan WN Indonesia di catatan sipil Indonesia, mumpung ingatannya masih bagus ..he he he

Aku berinisiatif untuk membuat postingan tentang hal ini karena kebetulan ketika aku dan Mr.S merencanakan untuk menikah, ternyata informasi yang kami dapatkan via internet kurang detail khususnya untuk pernikaham yang di laksanakan dincatatan sipil Indonesia jadi aku harap postingan kali ini bisa sedikit membantu untuk teman teman yang kebetulan juga berencana untuk menikah khususnya untuk warga negara Jerman.

Jadi kita mulai saja ya ..

Hal-hal yang di perlukan untuk WN Indonesia :

1. Akta Lahir yang tidak kurang dari 6 bulan
2. Surat Domisili dari Desa/Lurah
3. Surat pernyataan belum pernah menikah dari catatan sipil
4. Fotocopy KTP/Passport

Point 1 dan 3 di legalisir di kemenkumham dan departemen luar negeri, kemudian point 1 – 3 di terjemahkan kedalam bahasa Jerman oleh penerjemah tersumpah yang bisa anda sekalian liat daftarnya di situs kedubes Jerman.

Setelah langkah di atas, bawa semua dokumem tersebut ke Kedutaan Jerman namun yang nantinya di legalisir hanya point 1,3 dan 4. Setelah di legalisir, kirim dokumen2 tersebut beserta dengan terjemahannya kenegara pasangan.

Nah setelah tiba di Jerman, Pasangan harus membawanya ke Standesamt untuk mendapatkan surat Ehefähigkeitszneugnis yang kemudian di kirim kembali kepada kita.

Hal – hal yang di perlukan untuk WN Jerman :

1. Akta Lahir ( copy juga tidak bermasalah karena ada stampel dari capil setempat )
2. Surat Domisili
3. Surat Kelakuan Baik
4. Kartu KEluarga ( Familienbuch )
5. Fotocopy Passport / KTP
6. Fotocopy lembaran passport yang di cap masa berlaku Visa. ( ini di lakukan setelah pasangan berada di Indonesia ).

Nah point 1 – 5 di kirim ke Indonesia beserta dengan Ehefähigkeitszneugnis yang kemudia kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, dan kemudian bawa ehefähigkeitszneugnis ini ke Kedutaan Jerman yang ada di Indonesia untuk menukarkannya dengan surat yang akan di tujukan kepada catatan sipil kalau yang bersangkutan tidak berhalangan untuk menikah di Indonesia. Nah untuk menukarkan Ehefähigkeitszneugnis ini, kita harus melampirkan fotocopy passport pasangan kita dan diri kita.

Setelah mendapatkan surat pernyataan tidak berhalangan untuk menikah.. kita minta surat pengantar dari RT untuk mendapatkan N1,N2,N3 dan N4 di kelurahan dimana kita tinggal kemudian kita bawa semua dokumen2 yang sudah di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia beserta dengan dokumen kita ke catatan sipil setempat, dan lakukan pendaftaran.. baiknya paling telat 2 minggu sebelum pernikahan oleh pemuka Agama di laksanakan.

Setelah pernikahan secara agama sudah di lakukan, kita bawa lagi akta nikah dari Gereja ( aku ambil contoh Gereja berdasarkan pengalaman aku sendiri ) ke catatan sipil untuk di lakukan pencatatan nikah secara negara.

Setelah di catat, itu artinya Pernikahan saudara sudah sah di mata Hukum ^^.

Ini aku ringkas lagi segala persyaratan yang di butuykan di capil :

1. Akta Lahir Calon Suami dan Istri
2. KK Calon Suami dan Istri
3. Fotocopy KTP calon Suami dan Istri
4. Fotocopy Passport Calon Suami / Istri yang berkewarganegaraan Jerman / Asing
5. Fotocopy lembaran passport yang di cap masa berlaku VISA calon Suami / Istri yang berkewarganegaraan Jerman / Asing
6. Foto berdampingan dengan warna latar apa saja ( Umumnya merah atau biru ) ukuran 4 × 6 sebanyak 5 lembar
7. Surat Kelakuan Baik calon Suami/ Istri WN jerman / asing
8. Surat Domisili Calon suami dan Istri
9. Fotocopy KTP ortu Calon suami dan istri.
10.Surat Dari kedutaan Jerman yang di tujukan kepada Catatan Sipil.
11. Surat N1,N2,N3 dan N4.
12. Surat Baptis dari kedua mempelai.
Dah setelah semua persyaratan di atas sudah ada maka pencatatan bisa di laksanakan.

Setelah mendapatkan Akta Nikah nanti, perlu di legalisir lagi.. tapi hal ini akan aku bahas di postingan berikutnya 😉 .

Catatan Tambahan : Persyaratan tiap Catatan Sipil mungkin berbeda jadi jika akan melaksanakan pernikahan campur ada baiknya untuk menghubungi catatan sipil setempat and postingan ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi saja.

Catatan Tambahan lainnya : Biaya Administrasinya tidak ada alias gratis asalkan kita mencatatkan pernikahannya tidak lebih dari 60 hari setelah pernikahan secara agama di laksanakan ( setidaknya ini yang aku alami )

Melihat langkah langkah di atas memang kesannya ribet, tapi percayalah.. semua ini sepadan dengan legalnya kita hidup bersama dengan orang yang kita cintai jadi lakukan semua itu dengan sabar ya..

Have a good day and God bless!! ^^.

STOP KEKERASAN PADA ANAK!!

Akhir akhir ini berita Tanah Air selalu di isi dengan kekerasan yang marak terjadi terhadap anak – anak.

Teman-teman semua pasti masih ingat tentang kisah Angeline (Engeline) yang hingga kini masih simpang siur bagaimana kejadian sesungguhnya atau siapa aktor utamanya dan berapa sebenarnya jumlah pelaku maupun motif yang sesungguhnya dalam tragedi Angeline ini.

Di sini aku nggak akan hanya membicarakan Angeline saja, tapi “Angeline Angeline” lainnya yang sebenarnya bisa kita lihat di setiap sudut kota seperti pengamen anak anak korban pelantaran orang tua atau korban exploitasi dari orang tua maupun wali mereka sendiri.

Aku sendiri belum mempunyai seorang anak, tapi aku mempunyai 5 keponakan yang lucu lucu dan aku tahu betul terkadang menjadi orang tua itu sangatlah tidak mudah karena harus merawat,mendidik belum lagi menahan emosi dam amarah ketika anak anak tersebut melawan atau melanggar dan tidak mengindahkan nasehat yang di berikan.

Aku sendiri pernah menawarkan diriku untuk mengasuh satu keponakanku yang waktu itu baru berusia 1 tahun karena kakakku dan kakak iparku harus keluar kota di karenakan ada urusan penting yang tidak memungkinkan mereka membawa anak mereka yang berusia 1 tahun itu,dan dari pengalaman 1 hari itu lah aku takjub sama kakak dan kakak iparku yang bisa begitu telaten dan sabar dalam mengasuh buah hati mereka, karena hanya dalam 1 hari dimana aku berperan sebagai orang tua itu hampir membuatku berpikir untuk tidak pernah punya anak. Anak mereka begitu aktif, aku harus mengikuti kemanapun dia pergi karena khawatir dia akam melukai dirinya sendiri, bahkan disaat makan pun aku harus membujuk bujuk agar keponakanku mau membuka mulutnya belum lagi ketika malam dia harus tidur dan nangis nangis,so para mommies and daddies, aku tahu betul bagaimana perjuagan kalian dalam membesarkan anak, karema aku saja setengah stress ketika harus mengasuh keponakanku dan itu pun hanya satu hari, bagaimana dengan kalian para oramg tua yang harus mengasuh dan merawat anak 24/7 hingga anak itu dewasa dan cukup mandiri untuk  menjaga dan merawat diri mereka semdiri ?????

Namun sayang sekali, tidak semua “orang tua” bisa menjadi oramg tua yang sesungguhnya, contohnya bisa di lihat dari sekian banyaknya kasus kekerasan anak yang sebanrnya hanya di sebabkan masalah sepele. Kemarin aku baru membaca berita di mana seorang ayah memukuli anaknya hingg tewas hanya karena anak tersebut pergi beli pulsa dan mungkin telat sedikit? Apa itu sepadan dengan menghilangkan nyawa seseorang ?? Sudah saatnya kita ikut ambil adil dalam mencegah kekerasan terhadap anak, anak anak itu butuh perlindungan, rasa nyaman, dan kasih sayang bukan malah menjadikan mereka sasaran pelampiasam dimana kita mengalami hari yang buruk atau hal yang kita inginkan tidak terjadi. Saatnya kita katakan cukup, laporkan apabila memang ada anak yang jelas jelas di “hukum” di luar akal sehat kita, mungkin dengan bentuk kepedulian kita, nyawa seorang anak bisa terselamatkan.