Lidah Bercabang Atau Mulut Berbisa ??

Aku benar-benar nggak tahu mana perumpaan yang tepat di antara dua kalimat di atas.

Ini kejadian memang sudah agak lama ya kurang lebih beberapa bulan yang lalu tapi semalam kejadian yang serupa namun tak sama ini kembali terjadi.. :'(.

Jadi ceritanya dulu aku punya karyawan yang namanya sebut saja Cinta, Cinta boleh di bilang anaknya lumayan rajin.. walau sudah berbulan bulan bekerja tapi masih kurang bisa dalam berjualan..ya menurutku tidak masalah ya asal sang Karyawan mau terus belajar.

Masalah terjadi disaat Cinta tidak sengaja mematahkan roda Etalase yang ada di toko, ya mungkin karena faktor terlalu banyaknya barang yang ada di etalase jadi mungkin keberatan dan si Cinta lagi apes karena pas dia mendorong Etalase tersebut,yang terjadi malah patah..cuman kupikir ya sudah kalau memang patah mau gimana lagi..palimg nanti di bikin yang baru.

Nah saat itu aku bingung karena wajah Cinta begitu masam dan kesal (seharusnya aku yang berwajah masam dan kesal karena etalaseku patah bukan dia, toh aku ngak marah atau minta ganti??) dan aku nggak tahu kalau kejadiaan itu akan menjadi masalah buat aku kelak.

Satu minggu kemudian, Cinta minta offday melalui SMS dan mengatakan kalau dia tidak enak badan, ya aku suruh istirahat aja dulu kalau begitu. Keesokkan harinya Ibunya yang mengirim SMS ke aku bilang kalau anaknya mau berhenti bekerja karena dia (sang ibu) merasa lelah untuk antar jemput anaknya dengan alasan “maklum sudah tua”. Catatan kecil si Cinta itu umurnya sudah 18 apa 19 tapi masih di antar jemput sama sang Ibu.

Anyway berhubung sang ibu berkata demikian tentunya aku nggak bisa bilang ngak boleh.toh ketika bekerja kita nggak pakai kontrak kalau memang mau berhenti masa aku bilang nggak boleh? Itu hak si Cinta dong? So aku bilang okay tidak apa-apa karena mau gimana lagi? Toko kecilku belum mampu memberikan sarana antar jemput AKA belum mampu beli kendaraan kecil khusus karyawan.

Sang ibu bilang akan ke toko untuk pamit dengan baik baik yang tentu saja aku sambut dengan baik,karena dengan begitu aku bisa sekalian memberikan sisa gaji bulan saat itu ( dia baru kerja sekitar 10 hari di bulan itu sebelum mengatakan ingin keluar).

Aku tunggu – tunggu tapi baik samg ibu maupun Cinta nggak nongol nongol hingga satu SMS datang dengan bunyi yang ngak enak yang intinya itu aku mau kasihin gaji atau tidak? Aku pasti merasa kesal dengan bunyi sms nyA dan aku jawabin bukannya Ibu katanya mau datamg? Aku tunggu tunggu ngak datang datang, bagaimana aku mau kasih gajinya? Apa perlu aku ke rumah untuk mengantarkan gaji Cinta?( kalimat terakhir nggak jadi aku ucapin sih), nah si Ibu suruh ( kok jadi dia yang memerintah??) titipkan saja ke Manis ( karyawanku ynag lain yang kebetulan tinggal di wilayah yang sama dengan Cinta), ya sudah kutitipkan ke Manis dan Ku beritahu via sms kalau Gaji tersebut aku titipkan ke Manis dan sang Ibu bilang terima kasih. Selang 2 minggu kemudian gilliran si Manis yang mau resign dengan alasan dia ngak ada teman buat pulang perginya karena Cinta sudah ngak bekerja, berhubung Manis keluar dengan baik baik, aku beri pesan kalau disaat dia butuh pekerjaan, dia bisa datang bekerja lagi di tempatku.

Beberapa hari kemudian, Ibu si Cinta bertemu dengan Ibu si Kasih (bukan nama sebenarnya juga) dan si Kasih ini adalah karyawan yang paling lama sekitar 3 apa 4 tahun. Ibu Cinta ngobrol dengan Ibu Kasih,kok Cinta keluar ngak di tahan tahan sama bossnya tapi giliran Manis yang keluar malah di titip pesan jika mau balik kerja,pasti di silahkan masuk kembali.

Well disini aku bukan pilih kasih, aku memberi pesan kepada Manis begitu karena Manis memang punya sopan santun, masuknya baik baik,keluarnya pun baik baik? Sedangkan Cinta? Awalnya bilang sakit, besoknya bilang berhenti dam itu pun via SMS dan lucunya Kasih melihat Cinta bekerja di toko lain yang jaraknya mungkin 100 m dari tempatku, maksudnya apa coba ? Berarti alasan lelah antar jemput itu cuman alasan belaka? Anyway back to the topic.

Mungkin sekitar sebulan kemudian ya,aku pun punya karyawan baru lagi,sebut saja Anggun, nah Anggun ini ternyata lagi lagi berasal dari kampung yang sama dengan si Cinta. Anggun diam diam bertanya kepada Kasih,apa benar aku itu jahat and seram dan dia memberitahu Kasih kalau dia berencana untuk keluar karena sang ibu mendengar rumour yang mengerikam tentang aku? Kasih pun memberitahu aku, dan aku pun memanggil Anggun kalau dia dengar rumour dari mana, dia kemudian bercerita kalau orang orang sedesanya mengatakan aku jahat?? (Jujur aku nggak tahu kalau benaran ada rumour tersebut atau Anggun yang mengarang cerita).

Aku pun bertanya apa rumour yang beredar di kampungnya, nah si Anggun ini bilang orang orang ( atau tepatnya ku bilamg ibu ibu alias mak mak nganggur) mengatakan aku tidak MEMBERI GAJI SELAMA 2 BULAN kepada Cinta hanya karena Cinta merusak etalase… ya ampun.. itu fitnah sekali kalau jika memang benaran Cinta atau sang Ibu yang menyebar gosip demikian.

Aku pastinya tidak terima jika ada rumour apalagi sampai katanya sepabrik kerupuk yang isinya mak mak nganggur pada menggosipi aku? Aku memang tidak di rugikan secara materi tapi aku merasa di rugikan secara mental karena bukan hanya nama baikku yang rusak, melainkan pandangan orang orang ke aku seakan akan aku oramg yang sangat buruk.

Anyway aku pun menjelaskan kronologi kejadian etalase hingga pemberian gaji yang kuberikan lewat Manis berdasarkam titah si Ibu Ratu dan salah paham antara aku dan Anggun terselesaikam and Anggun pun masih tetep bekerja dengan aku hingga kini.

Nah masalah baru muncul lagi, aku baru mempunyai karyawati baru sebut saja Sayang, si Sayang ini anaknya sangatttt malas dan seperti tidak punya keinginan untuk belajar.

Suatu hari dia pulang kerumahnya jam 12 malam lebih dengan dalih kalau aku mengajaknya dan karyawan karyawan lainnya makan bersama padahal kenyataannya tidak demikian.. lagi pula apa masuk akal aku ajak makan bersama hingga pukul 12 MALAM ??? Apalagi para karyawan itu perempuan semua ? Belum lagi aku tidak bisa mengantar jemput mereka,bagaimana mungkin aku bisa membuat mereka pulang larut malam begitu??? (Aku nggak tahu dia mengatasnamakan aku hingga kejadian kemarin sore).

Nah kemarin dia sms aku and bilang dia minta ijin setenhah hari karema mau menjenguk ayah angkatny yamg sedamg sakit keras di rumah sakit, tapi kenyataannya malah hingga satu hari full dia ngak ada kabarnya, ya sudah kupikir memang ada keperluam mendesak lainnya. Hingga pas jam kerja usai, sang ayah dari Sayang datang memjemput ke toko.

Aku dan Anggun,Kasih dan satu karyawati yang lainnya pun terkejut, karena Sayang pada hari itu tidak masuk kerja sama sekali dengan alasan mau jenguk ayah amgkatnya.

Nah si Ayah ini pun marah marah dan bilang Ayah angkat yang mana? Pamit dari rumah mau kerja kok. Nah disini bisa di ketahui siapa yang sebenarnya bikin cerita.
Setelah menjelaskan kepada sang Ayah, sang Ayah pun dengan amarah dan sedih pulang meninggalkan toko tanpa si Sayang.

Nah disitulah kemudian Kasih bercerita kepada aku kalau Sayang juga sempat pulamg jam 12 malam lebih dengan mengatasnamakan diriku mengajak mereka makan malam hingga larut kepada orang tuanya sendiri ketika di tanyai. Jujur aku nggak tahu kalau Kasih yang bikin cerita atau darimana Kasih tahu hal itu dan aku juga benar benar nggak mau tahu karena aku tidak suka bergosip.

Aku hanya merasa kasihan dengan orang tua si Sayang,kok tega sebagai seorang anak berbohong ini itu padahal sangat penting untuk oramg tua mengetahui dimana keberadaan sang anak karena bisa saja hal hal yang tidak di inginkan terjadi? apalagi kalau sampai mengatasnamakan orang lain seperti kejadiaam pulang jam 12 malam itu, seandainya dia beneran bikin bikin cerita seperti itu and ternyata ada kejadian buruk menimpa dia, apa bukan aku (yang sebenarnya ngak tahu apa apa) jadi korban pelampiasan amarah dari sang keluarga ??

So hati hati dalam berkata kata,karena ada pepatah yang mengatakan Lidah itu tidak bertulang tapi bisa sangat berbahaya kalau di salahgunakan.

And pesan dari pengalaman di atas, jangan pernah mendengar kabar dari satu pihak saja karena seremnya bisa bisa yang di dengar malah 100% terbalik dan menjadi fitnah..ingat dosa, dan upah dosa adalah maut (alias neraka).

Iklan

5 pemikiran pada “Lidah Bercabang Atau Mulut Berbisa ??

    • Ha ha ha, iya sis.. berbahaya pakai banget apalagi kalau yang di sebarin bukan fakta yg sebenarnya, herannya yang biasanya suka sebar gosip nggak sadar sadar…nd merasa benar? Mmh.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s