Persyaratan Nikah Campur antara WN Jerman dan WN Indonesia di Catatan Sipil Indonesia.

Selamat Siang!!

Seperti yang pernah kubicarakan sebulan yang lalu, kali ini aku akam membahas proses atau persyaratan untuk menikah campur khususnya WN Jerman dengan WN Indonesia di catatan sipil Indonesia, mumpung ingatannya masih bagus ..he he he

Aku berinisiatif untuk membuat postingan tentang hal ini karena kebetulan ketika aku dan Mr.S merencanakan untuk menikah, ternyata informasi yang kami dapatkan via internet kurang detail khususnya untuk pernikaham yang di laksanakan dincatatan sipil Indonesia jadi aku harap postingan kali ini bisa sedikit membantu untuk teman teman yang kebetulan juga berencana untuk menikah khususnya untuk warga negara Jerman.

Jadi kita mulai saja ya ..

Hal-hal yang di perlukan untuk WN Indonesia :

1. Akta Lahir yang tidak kurang dari 6 bulan
2. Surat Domisili dari Desa/Lurah
3. Surat pernyataan belum pernah menikah dari catatan sipil
4. Fotocopy KTP/Passport

Point 1 dan 3 di legalisir di kemenkumham dan departemen luar negeri, kemudian point 1 – 3 di terjemahkan kedalam bahasa Jerman oleh penerjemah tersumpah yang bisa anda sekalian liat daftarnya di situs kedubes Jerman.

Setelah langkah di atas, bawa semua dokumem tersebut ke Kedutaan Jerman namun yang nantinya di legalisir hanya point 1,3 dan 4. Setelah di legalisir, kirim dokumen2 tersebut beserta dengan terjemahannya kenegara pasangan.

Nah setelah tiba di Jerman, Pasangan harus membawanya ke Standesamt untuk mendapatkan surat Ehefähigkeitszneugnis yang kemudian di kirim kembali kepada kita.

Hal – hal yang di perlukan untuk WN Jerman :

1. Akta Lahir ( copy juga tidak bermasalah karena ada stampel dari capil setempat )
2. Surat Domisili
3. Surat Kelakuan Baik
4. Kartu KEluarga ( Familienbuch )
5. Fotocopy Passport / KTP
6. Fotocopy lembaran passport yang di cap masa berlaku Visa. ( ini di lakukan setelah pasangan berada di Indonesia ).

Nah point 1 – 5 di kirim ke Indonesia beserta dengan Ehefähigkeitszneugnis yang kemudia kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, dan kemudian bawa ehefähigkeitszneugnis ini ke Kedutaan Jerman yang ada di Indonesia untuk menukarkannya dengan surat yang akan di tujukan kepada catatan sipil kalau yang bersangkutan tidak berhalangan untuk menikah di Indonesia. Nah untuk menukarkan Ehefähigkeitszneugnis ini, kita harus melampirkan fotocopy passport pasangan kita dan diri kita.

Setelah mendapatkan surat pernyataan tidak berhalangan untuk menikah.. kita minta surat pengantar dari RT untuk mendapatkan N1,N2,N3 dan N4 di kelurahan dimana kita tinggal kemudian kita bawa semua dokumen2 yang sudah di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia beserta dengan dokumen kita ke catatan sipil setempat, dan lakukan pendaftaran.. baiknya paling telat 2 minggu sebelum pernikahan oleh pemuka Agama di laksanakan.

Setelah pernikahan secara agama sudah di lakukan, kita bawa lagi akta nikah dari Gereja ( aku ambil contoh Gereja berdasarkan pengalaman aku sendiri ) ke catatan sipil untuk di lakukan pencatatan nikah secara negara.

Setelah di catat, itu artinya Pernikahan saudara sudah sah di mata Hukum ^^.

Ini aku ringkas lagi segala persyaratan yang di butuykan di capil :

1. Akta Lahir Calon Suami dan Istri
2. KK Calon Suami dan Istri
3. Fotocopy KTP calon Suami dan Istri
4. Fotocopy Passport Calon Suami / Istri yang berkewarganegaraan Jerman / Asing
5. Fotocopy lembaran passport yang di cap masa berlaku VISA calon Suami / Istri yang berkewarganegaraan Jerman / Asing
6. Foto berdampingan dengan warna latar apa saja ( Umumnya merah atau biru ) ukuran 4 × 6 sebanyak 5 lembar
7. Surat Kelakuan Baik calon Suami/ Istri WN jerman / asing
8. Surat Domisili Calon suami dan Istri
9. Fotocopy KTP ortu Calon suami dan istri.
10.Surat Dari kedutaan Jerman yang di tujukan kepada Catatan Sipil.
11. Surat N1,N2,N3 dan N4.
12. Surat Baptis dari kedua mempelai.
Dah setelah semua persyaratan di atas sudah ada maka pencatatan bisa di laksanakan.

Setelah mendapatkan Akta Nikah nanti, perlu di legalisir lagi.. tapi hal ini akan aku bahas di postingan berikutnya 😉 .

Catatan Tambahan : Persyaratan tiap Catatan Sipil mungkin berbeda jadi jika akan melaksanakan pernikahan campur ada baiknya untuk menghubungi catatan sipil setempat and postingan ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi saja.

Catatan Tambahan lainnya : Biaya Administrasinya tidak ada alias gratis asalkan kita mencatatkan pernikahannya tidak lebih dari 60 hari setelah pernikahan secara agama di laksanakan ( setidaknya ini yang aku alami )

Melihat langkah langkah di atas memang kesannya ribet, tapi percayalah.. semua ini sepadan dengan legalnya kita hidup bersama dengan orang yang kita cintai jadi lakukan semua itu dengan sabar ya..

Have a good day and God bless!! ^^.

Iklan

10 pemikiran pada “Persyaratan Nikah Campur antara WN Jerman dan WN Indonesia di Catatan Sipil Indonesia.

    • Iya sis, Terima Kasih.. aku berharap postinganku bisa sedikit banyaknya membantu buat mereka yang butuh karena pas kemarin aku urus dokumen ku memang banyak dramanya 😯, kemarin aku sempat bolak balik capil karena ada beberapa hang salah jadi ku harap dengan pengalamanku kali imi bisa, teman teman ysng lain ngak usah ngulang kesalahan yang sama kayak diriku kemarim.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s