Apa Yang Harus di Lakukan ????

Malam-malam teman aku menghubungi aku via BBM hanya untuk curhat…padahal tadi sudah ngantuk banget akunya 😑

Setelah mendengarkan ( tepatnya membaca ) curhat yang kurang lebih 1 jam an, aku pun bergegas tidur.. hanya saja aku jadi kepikiran dengan apa yang temanku bicarakan tadi.

Dia kerja di sebuah toko dan kebetulan dia adalah salah satu karyawati baru disana ( sudah kerja kurang lebih 1 tahun ). Di toko ada seoramg senior yang usianya sudah 50 tahun lebih dan sudah kerja di toko tersebut selama puluhan tahun (dari dia masih gadis katanya).

Nah temanku ini, sebut saja P beberapa kali memergoki si Senior mengambil uang secara diam – diam.. walau ngak banyak gitu tapi kata P dia melihat si Senior ini memasukkannya kedalam kantongnya sendiri. Si P ini sudah memberitahukannya ke rekan kerjanya yang lain, tapi dia tidak percaya.

Nah temanku itu kesal sendiri.. 😑, dia bingung apakah harus lapor ke atasannya atau diam saja.. dia pun menanyakan pendapaat aku nd jujur aku bingung.

Seandainya aku di posisi Boss, pastinya aku mau karyawanku jujur dan melaporkan segala tindak kecurangan yang di lakukan salah satu karyawanku..namun… di lain pihak apabila aku di posisi temanku itu.. apa aku sanggup melapor tampa bukti? Belom lagi ysng di laporin itu senior yang sudah puluhan tahun kerja di toko tersebut, apa mungkin Boss akan mempercayai si “anak baru”, parahnya malah nanti takut di kira cari muka atau cari perhatian oleh rekan kerja yang lain..namun apabila diam saja dan suatu saat boss nya find out tentang pencurian uang itu apa tidak semuanya keseret??

Sebenarnya hal ini juga mengingatkanku tentang temanku yang lain, Kejadiannya sekitar 8 tahun yang lalu….dan sebut saja temanku C. C ini sehari-hari kerja menggunakan bis umum untuk transportasi. Suatu hari di bis yang teramat penuh itu, C dan penumpang lainnya harus berdesakkan dan kebetulsn di samping C ini ada perempuan yang menggantungkan tas nya di pundak. C melihat ada seorang pria denga  gerak gerik yang mencurigakan dan terlihat terus mendempetkan diri kepada perempuan itu. Nah C pun menyapa perempuan itu dan memintanya untuk mendepankan posisi tas nya, tapi reaksi perempuan itu malah tidak bersahabat nd bahkan sempatnya memandang sinis si C (ini C yang cerita ya, tanpa di tambahi bumbu meicin oleh ku). Nah berhubung si perempuan cuek, si C mencoba mengingatkan perempuan itu lagi, tapi sekali lagi peremouan itu tidak senang dan akhirnya C pun berhenti mengingatkan, tapi sialnya C kemudian melihat pria yang mencuriigakan itu mengeluarkam pisau dan mencoba menyayat tas perempuan itu, dan mungkin karena shock atau apa, C secara tidak sadar berteriak Maling.

Teriakan itu tidak di terima oleh Pria itu dan malah Pria itu mau melukai C dan apesnya ternyata di dalam Bis itu, ada beberapa rekan si Pria itu. Untunglah dalam Bis itu berdesakkan jadi C bisa nyelap nyelip menjauhi Pria itu dan teman2nya dan mungkin penumpang di dalam Bis itu mencoba menolong C dengan sengaja menyempitkan “jalan” untuk pria dan teman2nya itu. C pun kemudian loncat keluar dari Bis yang berjalan kencang, untung saja hanya Lutut, Siku, Dagu yang lecet berdarah ( walau lumayan parah ) tapi setidaknya itu jauh lebih baik daripada kalau seandainya C harus di hadapkan dengan pria dan rekan seprofesinya itu..aku tidak berani membayangksn apa yang akan terjadi…

Dari cerita di atas, bisa di ambil kesimpulannya… terkadang ketika kita mencoba berbuat baik namun yang ada malah mendapatkan “sakitnya”, orang yang coba kita tolong/baikin malah cuek aja.. terima kasih pun tidak…makanya terkadang aku merasa apabila aku di hadapkan dengan situasi seperti temanku P atau C, jujur aku tidak akam tahu harus berbuat apa..

Khusus untuk kasus P, aku mungkin tidak merasa rugi apapun karena yang dicuri bukan uang ku.. tapi apa hati nurani sanggup membiarkan hal curang seperti itu terjadi? Hal yang sama dengan kasus C… di lain pihak kalau memilih untuk melakukan apa yang menurut kita benar..apa sepadan dengan konsekuensinya? ( contoh dari kasus si C ).

Seandainya aku bisa memilih dan kebetulan berada di situasi yang sama.. aku akan memilih untuk tidak tahu ( dalsm artian tidak melihat kejadian perkaranya ).. setidaknya dengan ketidaktahuan aku tidak akan dihantui rasa bersalah apabila melihat hal yang tidak benar namun tidak melakukam apa – apa.. dengam ketidaktahuan aku juga tidak perlu menghadapi resiko “membahayakan” diriku  karena ingin menegakkan keadilan… dilain pihak jika aku diposisi korban.. aku ingin sekali ada yang setidaknya berada di pihakku…mmmmh sangat membingungkan.. nah bagaimana dengan dirimu? Apa bila kamu berada di situasi yang seperti kuceritakan di atas, tindakan apa yng akam kamu lakukan??

Iklan

6 pemikiran pada “Apa Yang Harus di Lakukan ????

    • Iya sis, aku sempat ngomong begitu tapi katanya tangannya cepat..tiap kali mau mengeluarkan handphone, duit dah di kantongin..aku sih bilang mending liat hang benar kalau trrnyata bukan mencuri bisa berabe…. πŸ˜―πŸ˜πŸ˜‘

      Suka

    • He he he, kalau berdasarkan ceritanya sih yang katanya diam diam masukin ke kantong emang kayaknya mencuri..moga aja temanku itu ngak salah lihat πŸ˜…

      Suka

  1. aku pernah negur langsung copet. aku tau dia 1 ras sm aku. dan aku pakai bahasa kami. dia kesal dan menggerutu yg tentunya aku gak ngerti dia lg ngegerutuin apa secara bahasaku pun alakadarnya. tp puji Tuhan, dia turun dr bis. jd aku bisa tenang turun. ternyata dia kerja sama dg tukang minuman. menurut aku kl kita bisa mengingatkan, spt halnya temen mba (aduh, aku panggil apa ya ?! mba ?! ka ?! hahaha) si C. tp tetep bijak jg utk gak bikin heboh. krn jaman skrg, yg lain bukannya menolong, malah gak mau tau. nyebelin ya ?! udh syukur diteriakkin, mbok ya ditolong kek, misalnya gebukkin rame2x … hahaha … sadis ya πŸ˜›

    Disukai oleh 1 orang

    • Panggil Ann saja Evy.hihihi

      Wah evy berani ya?? Sebenarnya aku agak takut kalau menegur karena kayak yang Evy bilang kebanyakan sekarang banhak yang ngak mau tahu kecuali klo di tempat terbuka gitu ya kadang neriak maling dah langsung di serbu massa :D, tapi kalau kejadian temenku itu katanya di Bus pada diem semua cuman memang mereka kayaknya membantu temenku itu dengan sengaja mempersulit access jalan tu copet (berhubung di dalam Bus pada berdiri semua), nah hal yang bikin aku takut tu..tu copet ngenalin muka kita nd ngebales dendam kalau ketemu lagi … manusia kan sekarang kebanyakan hati and pikirannya aneh. Hal yang salah pun kalau di koreksi biasa tidak menerima apalagi kalau kitanya menggagalkan aksi “mata pencahariannya” bisa di bayangkan si Copet keselnya gimana… πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜΅.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s