Pengalaman Yang Tak Akan Terlupakan

Tidak bermaksud latah, tapi karena membaca sebuah Post tentang hal mistis…mengingatkanku lagi akan pengalaman yang sebenarnya tidak ingin ku ingat lagi. Tanpa berbasa basi, ku mulai ya ceritanya, kalau ada yang takut dengan cerita seram, post ini di skip saja.

Selama 21 tahun, aku tidak mempercayai hal hal mistis.. sebenarnya kalau di pikir pikir, sejak aku kecil aku agak sensitif tentang hal tersebut, aku bisa merasakan hawa yang tidak enak (walau tidak sering dan kental ) tapi sering kali mendengar apa yang untuk kebanyakan orang tidak bisa. Saat itu kupikir itu hanyalah rasa takutku yang berlebihan jadi seiring waktu hal-hal tersebut tidak mengangguku lagi.

Film horror, maupun thriller benar – benar genre kesukaan aku, hampir semua film yang bergenre di atas sudah pernah kutomtom.

Saat itu aku berpikir, apabila memang hantu itu ada tentu saja hal itu akan membuat diriku merasa tertantang…, aku jadi penasaran kalau memang makluk itu ada, reaksi aku akan seperti apa yang jelas tidak akan sekonyol pemeran-pemeran yang ada di film tersebut.

Nah suatu hari tepatnya 3 hari sesudah ulang tahunku yang ke 21 temanku yang sebut saja AP mengadakan perjalanan wisata ke Puncak dengan teman – temannya yang saat itu total berjumlah kurang lebih 50 orang. Saat itu ada sedikit pikiran dimana aku ingin menolak tapi karena aku belum pernah pergi ke Puncak sama sekali ( menyedihkan banget ) aku pun memutuskan untuk ikut kesana. Kami menyewa bus dan menyewa 2 unit Villa berdekatan yang masing masing di bagi menurut gendernya. Vila yang kami tempati itu sangat indah dan asri, Villanya terbagi menjadi 3 bagian, basement, lantai 1 dan lantai 2. Aku kedapatan untuk tidur di basemet dengan 7 perempuan lainnya ( basementnya tidak mempunya kamar.. jadi sejenis aula begitu..susah bagiku untuk menjelaskannya ) sedangkan AP tidur di lantai 2 ( Vilanya ngak punya banyak kamar..seingatku lantai 1 ada 2 kamar dan 1 kamar mandi dan lantai 2 cuman ruang keluarga nd 1 kamar mandi tapi mempunyai balkon yang luas, dan di basement nya ada sebuah taman kecil ( jadi lantai 1 dimana kami keluar masuk adalah sebenarnya lantai 2 kalau di nilai berdasarkan struktur bangunan ).

Hal pertama kali yang menarik perhatianku ketika aku memasuki basement untuk menaruh backpack ku adalah bau yang sangat busuk. Aku kira ada bangkai tikus jadi akupun mencari – cari lokasi bau tersebut tapi tidak menemukannya. Ku lihat sekelilingku dan teman-temannya temanku itu tampak tidak terpengaruh dan asyik ngorbol satu sama lain dan jelas mereka tidak mencium bau yang kuat itu. Aku pun mengira mungkin bau tersebut berasal dari taman kecil itu dan bangkai tikusnya tersembunyi oleh tanaman tanaman nya , jadi aku pun menutup pintu yang mengarah ke taman itu namun setelah pintu ku tutup, aku mulai merasa gelisah tapi tetap ku cuekin.

Nah malamnya, saat kami sedang bermain game dilantai 1, aku merasa perlu menggunakan toilet, berhubung toilet di lantai 1 di pakai, aku pun menggunakan kamar mandi di lantai 2. Saat itu aku ingat betul kalau aku tidak mengunci pintu kamar mandinya. Saat aku ingin membuka pintu toilet tersebut setelah urusanku sudah selesai, ternyata pintunya tidak bisa dibuka, aku kira mungkin ada yang iseng denganku. Aku pun mulai berteriak dan memanggil mereka untuk membuka pintunya. Tapi karema tidak ada respon aku mulai merasa takut di tamabh dengan suhu udara yang terasa semakim dingin (mungkin karena aku di kamar mandi ya he he) yang jelas dinginya sampai menusuk tulang. Aku pun menunggu beberapa saat dan ingin tahu sejauh mana mereka akan iseng sama aku, tapi setelah kurang lebih 1/2 jam pintu tidak di buka juga, aku mulai merasa ada yang tidak beres. Aku pun berteriak teriak lagi minta di bukakan pintu, yang terjadi justru lampu kamar mandinya mati. Aku saat itu mulai panik dam berpikir mungkin saja aku  lupa dam mengunci pintu tersebut, jadi aku pun memutar mutar anak kunci tapi tidak ada efeknya. Karema lampu tetap mati, aku mulai mengedor ngedor pintu bahkan menendang pintu itu dengan sanGt kuat dengan harapan akam ada yang mendengar, tapi tetap saja ngak ada yang datamg. Aku merasa igin menangis tapi di lain pihak aku tidak ingin menganggap benar apa yang ku pikirkan saat itu. Aku pun mencoba memutar mutar anak kunci hingga jariku terluka ( aku ngak tahu namanya apa, tapi dia kayak gelembung balon dan sangat perih ), aku pun memaksa membuka pintunya dan hal lain yang terjadi justru ganggang pintunya patah. Aku semakin putus asa, belom lagi terperangkap di ruangan yang gelap dan sempit dengan suhu yang terasa semakim rendah jelas bukan keinginanku.

Aku pun memutuskan untuk menginap 1 malam di kamar mandi, toh pikirku kalau malam ini tidak ada yang menggunakan kamar mandi, setidaknya besok akan ada yang menggunakannya. Aku pun duduk di pinggir bak sambil termenung bagaimama aku akam tidur. Saat aku pasrah, tiba tiba kreet.. pintunya terbuka dengan enteng, aku pun langsung keluar dan tidak kulihat satu oramg pun, aku segera ke lantai 1 dan menanyakan mereka apa mereka yang berbuat keisengan yang keterlaluan seperti itu, tapi mereka justru terheran dan bilang tidak sadar jika aku meninggalkan ruangan tersebut. Aku pun berpikir okay mungkin pintu kamar mandimya yang macet .

Sekitar pukul 11 malam, kami pun memutuskam tidur, tapi karena aku masih merasa gelisah di basement, aku pun diam diam pindah ke lantai 2 dan nyelip diantara AP dan teman temannya yang sudah terlelap ( jadi kami tidurnya berjejer kayak ikan asin ) kami semua tidur di atas lantai, dan di dinding ( diatas kepala kami ) ada jendela yang besar jika kita melihat keluar, yang terlihat dari jendela tersebut adalah genteng rumah ( kayak jendela kamarnya Nobita ).

Aku pun tidur dan terbangun, aku merasa sudah tidur lamaaa sekali tapi begitu ku lihat handphone, jam baru menunjukan pukul 1.30 malam.
Aku pun memaksakan diri untuk tidur lagi, dan lagi lagi aku terbangun setelah merasa tidur sangat lama, dan aku pun terkejut ketika jam menunjukan pukul 2. Kenapa waktu terasa lama sekali, aku pun mulai iseng dan menepuk- nepuk pelan AP dengan harapan dia akan bangun dan ngorbol dengan aku, dan dia mengejutkanku soalnya dia tiba tiba membukakan mata demgan tajam ( ngak ada tanda tanda ngantuk seperti layaknya orang baru bangun ), dia ngak tersenyum sama sekali, aku coba ngajak ngomomg pelan pelan sambil bercanda, tapi dia tetap menatapku dengan tajam tanpa berkedip, aku pun merasa bulukuduk ku berdiri, dan aku memutuskan memunggungi dia ( dengan pikiran mungkin dia ngingau atau kesal karena di bangunin malam malam ), aku mencoba tidur lagi tapi kemudian terbangun dengan suara yang sangattt keras!
Suaranya tepat di genteng luar jendela di atas kepala kami. Aku sangat terganggu dengan bunyi genteng yang sangat nyaring seolah olah ada yang sedang mereparasi genteng, bunyinya bener bener sangat nyaring, aku pun melihat jam dan baru pukul 3 :s, dalam hati aku berpikir waktu bener bener berjalam sangat super lambat dan berhubung aku mulai mengantuk, hal terakhur yang kupikirkan sebelum terlelap adalah kenapa orang mereparasi genteng harus malam begitu.

Keesokan paginya aku pun menanyakan AP kenapa semalam ketika aku membangunkan dia, dia justru menatapku tajam? Dan jawabnya dia nggak ingat jadi okay, ku makin yakim kalau dia mungkin ngigau. Aku pun teringat dengan bunyi malam itu, dan aku bertanya lagi ke AP dan semua temannya jika mereka mendengr bunyi kayak orang memukul palu ke genteng dan mereka bilang tidak, bahkan ada yang bilang mungkin aku mimpi, soalnya siapa sih yang bakal mereparasi rumah malam malam begitu?? Dan lagi lagi aku berpikir mungkin benar demikian.

Nah hari itu kami akan meninggalkan Villa dan menuju Taman Bunga, berhubung aku Pikir ini pertama kalinya aku jalam jalam ke puncak, aku pun memotret Villa dari berbagai sudut. Setelah memotret, ku simpan handphoneku tanpa mengecek lagi karena ku pikir mau irit batterai ( kan saat itu belum jamannya powerbank ) dan aku ingin memotret lebih banyak lagi di taman bunga.

Perjalanan ke taman bunga berjalan sangat mulus dan kami menghabiskan waktu yang menyenangkan disana walau cuaca agak teelalu terik dari keinginanku. Pukul 5 sore kami pun meninggalkam taman bunga dan pulang ke rumah masing2 ( rencanaku mau pulamg ke rumahku tapi berhubung rumah AP sampai duluan, aku pun memutuskan untuk menginap di rumah AP dan kebetulan AP punya printer, aku ingin iseng iseng print foto hasil jepretan E90 ku ).

Malamnya setelah mandi, aku pun mencari cari kira kira foto hang mana hang bagus untuk di print, saat sedang menilah, 1 foto (dimana lokasi yang ku potret adalah Villa dari depan) menarik perhatiamku. Di sudut layar ada sesosok putih hitam, aku pun zoom dan aku benar benar swear aku nggak bohong, sesosok perempuan dengan rambut kusut menutupi bahunya!!!!! Rambutnya kusut kayak di sinetron sinetron gitu, tapu yang jelas ngak bermake up konyol kayak di sinetron atau film gitu! Ngak ada lingkaran mata hitam, cuman biji matanya hitam semua ( ngak ada bagian putihnya sama sekali ), warna kulitnya bukan putih kayak di sinetron, tapi berwarna telur asin ( sedikit biru biru gitu ), aku sempat berpikir mungkin itu efek “kebakar ” tapi setahu aku ( dengan pengetahuan yang sangat minim jadi mohon di koreksi jika aku salah ) foto hasil digital tidak akan ada efek “kebakar” layaknya foto hasil film, dan yang ke dua, seandainya karena “kebakar” atau efek cahaya, apa mungkin akan membuat sesosok perempuan yang sangat jelas???? Dia ngak blurry loh! Tapi bener bener jelas, matanya yang hitam pekat seolah menatap ke kamera ( sambil mengetik bulu kudukku berdiri karena bener2 ingatannya sangat melekat ), hidung, mulutnya yang terlihat pucat, bahkan jari2nya sangat jelas!!! ( tangannya menempel di pahanya ) , aku memang sudah tidak memiliki foto tersebut karena segera kuhapus setelah ku bluetooth ke AP untuk di doakan, aku tidak ingim menyimpan sesuatu yang menurutku mungkin bisa membuat sial, yang jelas seminggu setelah kejadiam itu, hapeku rusak ..entahlah itu ada kaitannya dengan foto yang ku ambil atau hanya kebetulan.

Aku tidak ingin kalian harus mempercayai apa yang kutulis disini ( Karena aku juga ngak punya bukti buat di tunjukin ) yang jelas aku tidak memperoleh apa apa ataupun keuntungan apabila aku mengarang bebas cerita ini, satu hal yang pasti berkat pengalaman yang mengerikan itu, aku mau ngak mau harus percaya kalau mareka itu ada.

Itulah pengalaman perjalananku yang pertama ke puncak dan juga jelas sekali menjadi yang terakhir.

Aku yakin kalian tidak merasa takut ketika hanya mendengar atau membaca apa yang menjadi pengalaman orang lain, tapi percaya deh ketika kita mengalaminya sendiri, rasanya akan sangat berbeda bahkan kepala pun terasa ngambang.

Semoga kedepannya tidak seorang pun dari kita yang akan mengalami hal seperti itu.

Iklan

6 pemikiran pada “Pengalaman Yang Tak Akan Terlupakan

  1. Ann, aku nyesel baca ini :((((
    Itu yang AP menatap kaku serem banget sih, oh my God itu pasti bukan AP :'((
    Terus yang tentang genteng diperbaiki, aku pernah baca tentang hantu yang ciri khasnya menimbulkan suara kayak orang sedang memukul palu ke tembok atau apalah itu kayak memperbaiki rumah (rajin banget ya)
    Udah gitu deskripsi villa nya ampir mirip sama villa yang mau aku datengin, pending deh kalo gitu :'((

    Suka

    • :'((, maaf ya sudah membuat Mommy Kara ketakutan :(.

      Aku waktu liat AP liatin aku tanpa berkedip atau merespon juga ketakutan tu..cuman waktu itu logika mengalahkan perasaanku aja.
      Oh,memang ada ya hantu yang ciri khasnya begitu? Soalnya aku oikir cuman diriku aja yang ngalami sepeeti itu padahal aku ngak pernah dengar cerita orang lain yang seperti demikian..maksudnya apa ya mengetok ngetok begitu..apa ada arti tersendiri? Mmmh.

      Pokoknya kalau sekarang ngaj bakal lagi deh ke Puncak,apalagi habis baca postnya sis tu nd pikirku lagi lagi Puncak… πŸ˜…

      Suka

      • Duh, udah gitu ada fotonya pula. ini bener bener materi film horror banget
        :'((
        Iya ada, temen aku juga pernah ngalamin. ya gitu, kayak lagi nukang – dini hari 😐
        Ke puncak cuma buat pulang hari aja deh, lagian macet pula hahaha.
        Tapi yang ngeselin, pas kamu udah pasrah pintunya kebuka dong. apaan sih *bingung harus marah apa ketakutan* :))
        Aku punya buanyak kejadian di puncak, malem jumat aku share lagi ahh disertai foto villa hihi :p
        Penakut tapi nekat.

        Suka

  2. Iya tu..waktu pintu kebuka..perasaanku bercampur aduk..antara lega,memyesal dan takut…lega karena akhirnya ngak perlu bermalam di kamar mandi, memnyesal karena sudah mematahkan ganggang pintu..pikirku kalau seandainya agak sabaran sedikit lagi mungkin kebuka fanpa perlu patah ya ganggangnya..terus perasaan takut karena waktu itu ngebayangin gimana mau ngejelasin ke pemilik Villa soalnya dari awal sudah diminta untuk menjaga isi villanya… keesokkam harinya aku pura pura bodoh πŸ˜…, pikirku kalau ketahuan..mau ngak mau ganti deh…kalau ngak ketahuan..ya syukur ( piciknya diriku dulu ) πŸ˜….

    Wah aku tunggu ya sis Post tentang cerita seramnya..sampai sekarang aku masih sangat suka hororr atau cerita yang seram seram..tapi yNg jelas ngak mau mengalaminy lagi ..jadi ya itu perasaan amtara cinta dan benci… he he 😢

    Suka

  3. Annnnnn, scary movie banget sih yg di toilet. hahaha … I once experience that kind of thing, but in different package. same place, puncak. I was in the toilet at that time. I chose the second toilet because the first one had no water. krannya rusak. but when I was in the toilet, all of sudden I heard krannya kebuka dan air keluar dg derasnya. aku tuh org yg paling gak suka deh buang2x air gitu. once I finished, I went to the first toilet utk matiin air. mau tau ?!?!? lantai toilet itu kering kerontang, kran gak myala, air gak ada. trus aku bertanya-tanya. tp cuek bebek sajah. pikir aku, ” iiihhh mo iseng ya ?! ” πŸ™‚

    Suka

    • Lagi-lagi puncak ya… ada apa dengan puncak ? πŸ˜…

      Aku sekarang benar benar sudah ngak pernah menginjakan kaki lagi ke puncak..pengalaman pertama dan yang berakhir dengan kejadian tidak mnegenakan.. he he he

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s