Inikah Yang Namanya Pregnancy Blues?

Ha ha, fixed..judulnya berlebihan….. tapi kurang lebih seperti itulah yang kurasakan… bukan.. bukan karena tidak mensyukuri kehamilan ( ku bersyukur bangetttt malah ) dan “menikmati” banget, cuman sejak hamil, aku jadi sensitif sekali ( not trying to making excuses ), jadi apa yang di ucapkan orang orang ( terutama teman saudara dll ) terlebih apapbila isinya menjatuhkan sering kali bikin down/badmood/tersinggung. Ya mungkin karakterku memang sudah berubah karena faktor usia kali ya bukan karena kehamilan..entahlah…

Usia kehamilanku kini sudah masuk semester 2, puji Tuhan segala galanya baik dan semoga hingga kedepannya Tuhan jaga terus kehamilan kami.. berita baik ini pun sudah di ketahui oleh keluarga besar dan teman teman kami… tentunya reaksi mereka luar biasa ♡♡, hanya aja ada “sekelompok” temen yang menurutku agak “menyebalkan”, mungkin karena sebenarnya mereka peduli.. cuman ya entahlah cara penyampaian mereka terkadang bikin aku badmood (ya sekali lagi mungkin faktor usiaku membuatku berkarakter sempit ), contoh kecilnya karena hal sepele seperti : 

Aku berdiskusi di group chat dengan kakakku perihal perlengkapan baby yang di butuhkan, kebetulan aku sudah mempersiapkan perlengkapan baby sedikit demi sedikit karena aku mudah capek (mungkin aku terdengar manja tapi seriously akhir akhir ini aku mudah sekali capek belum lagi keinginan untuk BAK yamg cukup sering jadi nggak bisa berlama lama di toko ), apalagi ini anak pertama kami kemungkinan perlengkapan yang di butuhkan akan banyak sekali, dengan pertimbangan demikianlah kami memutuskan untuk mencicil keperluan baby kami, nah salah satu teman kami justru mewanti wanti suruh jangan beli perlengkapan hingga usia di atas 8bulan, karena pamali and aku harus jaga kandunganku.. well aku mengerti kok ini mungkin bentuk kepedulian dari dirinya.. and aku juga bukan tipe yang percaya dengan pamali ( tanpa mengurangi rasa hormat kepada mereka yang percaya mitos dan pamali ),cuman ya entah kenapa kok rasanya jadi kesal.. sudah jelas sudah di cicil perlengkapam babynya.. tapi di bilang pamali.. kesal bukan karena percaya, tapi kesal karema kesammya menjatuhkan mood bumil.. sekali lagi mungkin ini karena efek ku menjadi kolot dan sensitif tingkat dewa.

Adalagi yang bilang pamali kalau sudah mencari nama untuk anak, dikira namain anak cukup sembarangan nyomot… ada yamg sudah wanti wanti jangan sampai cesar.. hello???? Kurasa hampir semua bumil mengharapkam kelahiran melalui normal, tapi ya namanya melahirkan bukan sesuatu yang bisa di atur.. lah kalau kondisi dan situasi mengharuskan cesar masa iya harus ngotot normal? Dan lagi aku tidak melihat adanya bentuk kejahatan jika seseorang memutuskan cesar.., ada lagi yang ngotot kalau baby ku JK nya ini or itu, guessing boleh aja tapi jangan sampai ngotot juga dong.. yang jadi orang tuanya nggak nuntut harus apa ( walau ada rasa penasaran tapi terlepas jk apa ya tetap bersyukur ) cuman lama lama gimana gitu kalau dengarnya mereka ngotot harus JK apa, ada juga yang lihat fotoku dengan poni lebih pendek di bilang pamali dan tidak seharusnya di potong karena akan memotong jalur lahir baby ( jadi susah normal )..dan yang lucunya mereka yang kusebutkan di atas kebanyakan temanku yang di Indonesia..keluarga besarku justru tidak banyak komentar ini itu, cukup mendoakan yang baik baik saja.

Sekali lagi, aku bukan meremehkan orang orang yang percaya pamali dan mitos atau tahayul.. jika itu yang memang kalian/mereka percayai ya silahkan cuman jangan terus terusan memfeeding pemikiran demikian kepada seorang bumil ( terutama bumil seperti aku yang moodnya naik turun and gampang tersinggung dll ), apa yamg di percaya ya keep it yourselflah istilahnya, teman yang hamil butuh dukungan dan kata kata yang menenangkan karena mudah lelah, mudah kepikiran, banyak kekuatiran tentang kesehatan janin dan ibu dll, bukan justru memberikan kata kata yang menjatuhkan, jadi ingat dulu saat belum hamil di katain tidak subur karena nggak suka makan toge… ku termasuk seseoramg yang mencoba berpikiran positif dan bukan tipe yang pasca nikah sebulan harus kudu langsung dung, cuman ya rasanya gimana ya di salahkan dan dibilang tidak subur hanya karena nggak doyan toge kayak sudah tahu segala galanya tentang kesehatan reproduksi kami???? 
Demikianlah sekedar coretan curahan hati untuk hari ini, semoga kedepannha aku lebih sering post hal yang baru dan menyenangkan..bukan complain melulu. Have a nice day and God bless.

Iklan

6 pemikiran pada “Inikah Yang Namanya Pregnancy Blues?

  1. Yang sabar ya bumil, saya waktu hamil juga sering dilarang ini itu, bahkan sekarang dh lahiranpun masih banyak mitos2 abis lahiran yg gak boleh di kerjain, kalo alesannya masih masuk akal ya dijalanin, kalo gak ya gak usah peduli :-D. Semoga ibu dan bayinya sehat terus ya, tetap semangat mbak! 😉

    Disukai oleh 1 orang

    • Iya Adhya hihim cuman ya itu rasanya agak sebel aja bukan mau percaya cuman ya mungkin pengaruh aku lagi sensitif kok rasanya kayak di jatuhkan gitu ( merasa kayak di doakan ) ha ha

      Suka

  2. aku ada pengalaman juga mba yang aku tulis di blog, mitos di daerah ku kalau potong rambut entar anaknya bakalan cacat, syukur tidak terbukti dan saya bisa lahiran secara normal. Jangan didengerin deh kalau saran dari saya mah hehehe. Semoga sehat selalu dan lahirannya lancar. Be happy 🙂

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s