Interracial Marriage = Mental Inlander??? 

Sebenarnya mungkin aku termaksud yang jarang ngebahas soal pernikahan campur ya.. ( atau hubungan beda negara tepatnya ), well.. bagaimana mau membahas.. post an ku memang nggak seberapa jumlahnya.. hi hi hi.

Anyway, aku tergelitik untuk membahas hubungan beda negara tepatnya dengan yang berkulit putih bermata warna warni AKA sebutan popularnya “bule” karena kebetulan aku bersuamikan “bule”, dan pencetusnya karena beberapa hari yang lalu mempunyai beda pandangan dengan kenalanku yang kebetulan tidak tahu aku bersuamikan bule. Btw.. ini kenalan yang belum pernah ketemu secara langsung jadi kami sama sama tidak benar benar mengenal background masing masing ^^. Sebut saja beliau ini Nona Cantik.

Si Nona berpendapat jika orang orang Indonesia yang menikahi WNA khususnya Wanita yang bersuamikan bule itu bermental Inlander.. well aku nggak benar benar paham sih.. yang di maksud itu Inlander seperti apa.. ( apa maksudnya inlander dalam artiam yang di sematkan oleh bangsa penjajah dahulu? ). Intinya sih dia jelas menekankan ketidaksukaamnya pada para pelaku nikah campur bahkan menyematkan kata kata yang menurutku agak menyinggung ya ( terasa tersentil ha ha ), salah satunya yaitu istri bule mukanya muka pembantu .. ( aku emang jarang pakai banget pajang pajang foto sendiri di socmed manapun ) tapi perasaanku sih.. mukaku nggak jelek jelek bagaimana ya.. and pembantu juga nggak identik jelek ( apalagi cantik jelek kan relatif alias tergantung yang ngeliatnya ), Sex di luar nikah ( lagi lagi untuk kasus itu kayaknya nggak mesti dengan WNA deh, lets be honest sesama bangsa pun banyak yang demikian.. jadi ini tergantung pribadi masing masing aja dan aku pun tidak mau ngejudge ), berpakaian norak alias all you can see ( Perasaan penampilanku biasa biasa aja.. bahkan sangat tidak fashionable.. karena kebanyakan pakai Kaos and Jeans ), dan yang paling sedih.. katanya asal bule biarpun jelek kayak mangki uki uki and kere pakai banget juga di embat.. 😥 ( Kami emang nggak kaya sih, tapi Puji Tuhan hidup tidak bergantung pada siapapun, punya pekerjaan tetap dan selalu berkecukupan.. PS: .. entah ya kalau pandangan orang menilai suami kayak gimana penampilannya.. buat aku pribadi sih cukup menarik 😉 ). Aku tidak banyak berdebat dengan Nona karena nggak penting bagaimana sih.. dan sebenarnya hal itu terlupakan begitu saja, namun semalam aku menonton video salah satu Vlogger Indonesia yang seorang bule dan vlogger ini mencoba menggogle dirinya sendiri.. muncullah salah satu forum. Aku iseng ( dan kepo juga ha ha ) isinya apa.. dan isinya tentang ketidaksukaan mereka ( member forum ) terhadap Vlogger tersebut. IMHO sih Vlogger yang dimaksud lumayan menghibur kok walau kebanyakan isinya sarcasm, satire dan di bikin lebay. Nah dari isi yang awalnya ketidaksukaan mereka terhadap si Vlogger malah menjadi pembahasan soal mereka mereka yang suka bule.. dan lagi lagi.. katanya bermental Inlander, bule kere, asal bule pasti tergila gila dll…yang kemudian mengingatkanku pada si Nona.. ha ha. Well apa yang mereka tulis tidak sepenuhnya salah.. karena pada dasarnya bangsa kita sendiri memang banyak sekali bukan.. yang namanya “bule hunter”, apalagi sekarang lagi heboh soal gadis Indonesia yang di rekam saat berhub dengan si Bule ( yang kalau baca dari komen komen sih katanya itu Bule memang terkenal di dunia tersebut.. berpetualang dari Thailand, Philipines, Indonesia untuk di ajak “main film” ) yang kemudian di kumpulkan dan di namakan Asian***diary. Aku nggak tahu ya motifnya apa, apa karena uang atau memang semata mata karena yang mengajak itu adalah seorang bule karena pada dasarnya memang banyak sekali bukan yang kalau sedang jalan jalan, bule di rangkul rangkul bahkan meluk saat mengajak untuk foto bareng ( walaupun yang di ajak foto bermuka standar seperti suamiku?? ).. sangat di sayangkan karena tipe yang demikian lah yang kemudian menjadikan semua wanita yang berkebetulan bersuamikan WNA di pandang sebelah mata. Masalah selera yang katanya muka pembantu atau kulit gelap, kurasa semua orang punya preferensi bukan? Seperti orang kita yang rata rata preferensinya berkulit bening, tiap bangsa dan pribadi kurasa mempunyai standar kecantikan yang di maksud seperti apa. Urusan bule kaya atau kere, perasaan yang nikah sebangsa nggak semuanya tajir melintir deh 😀 plus bukankah kalau seseorang memutuskan untuk menikah niatnya harus tulus? ( bukan semata mata ingin kaya instant atau semata mata untuk memperoleh greencard ), rajin atau malaspun tidak tergantung warna kulitnya namun pribadinya, hal yang sama dengan sifatnya ( ada yang bilang Bule tidak menghargai wanita asia karena menganggap semua perempuan asia itu submissive dll ) padahal kenyataannya tidak demikian bukan? Pria dari bangsa sendiri yang egois luar biasa juga banyak ( sekali lagi, tidak semuanya loh, maksudku ya ini semua tergantung pribadi masing masing ). Aku sendiri pernah mengalami pengalamana yang kurang menyenangkan di Indonesia saat sedang bulan madu but well kurasa lebih bijak jika tidak kuceritakan biar nggak ingat lagi he he. Intinya sih aku berharap orang bisa berpikiran lebih terbuka dan tidak sembarangan untuk menstereotype hanya karena perbuatan segelintir orang. Lahir, Maut, Jodoh, Rejeki, Ras, semua sudah di takdirkan, kalau aku bisa milih mau nikah sama siapa.. aku milih nikah sama Jimmy Lin deh… ha ha ( tapi dianya nggak mau sama aku plus nggak jodoh.. xp ), dan buat yang kebetulan nyasar di blog aku entah dengan tujuan apa, isi post ku ini bukan semata mata membenarkan para pria bule ya, yang namanya cari pasangan hidup harus di pikir baik baik, tidak semuanya buruk namun tidak semuanya baik, jangan berpikir karena bule langsung di terima pinangannya karena banyak juga kisah kisah yang setelah menerima pinangan si bule.. di bawa pulang kampung adanya disiksa dan di jadikan sapi perah :o.. semoga yang berjodoh dnegan orang luar ketemunya orang baik baik deh, amen.

Iklan

7 pemikiran pada “Interracial Marriage = Mental Inlander??? 

  1. Aku sih gak ambil pusing orang bilang apa an 😆 tp yg sering ku dengar sih mrk di belakangku *ini beneran mereka orang2 di belakangku pas aku naik bis, kereta dan pesawat beberapa bulan yg lalu pas kita liburan. Mrk bilang tuh mbak Cantik kok mau sama bule (penjajah) gak cinta produk indonesia katanya 😆 trus ada yg jawab … ya pasti karena tuh bule banyak duitnya 😅😅😅 *aku jawab dlm hati aamiin 😇 moga suamiku banyak duit 😇 😅 tp aku pura2 gak dengar dan mungkin mrk pikir aku gak ngerti bahasa mrk (bhs jawa)

    Disukai oleh 1 orang

    • Lucu ya.. cinta tanah air harus identik dengan menikah sesama WNI… dulu juga pernah di nyinyir hanya karena aku nggak suka lagu dangdut.. katanya aku mggak cinta produk dalam negeri.. ampun kan?? Padahal itu cuman masalah selera loh :o, kurasa mencintai bangsa sendiri bukan hanya dengan harus mencintai produk sendiri, bisa menhormati dan mengasihi tanpa memandang Suku Ras dan Agama aja juga menurutku sudah bagian dalam mencintai bangsa Indonesia yang memang terkenal dengan kemajemukannya bukan??? Masih mending di bilang cantik kok mau sama penjajah.. lah dulu aku di lecehin..katanya milih bule pasti karena besar.. apanya yang besar ya??? 😮

      Suka

    • Vloggernya lumayan terkenal loh kak Noni :D, dia dari Canada tapi suaminya orang Indonesia. Mungkin banyak yang nggak suka sama dia karena isi vlognya kebanyakan kritikan.. tapi buat aku lumayan menghibur kok :D. Cerita terakhir maksudnya yang nikah sama bule terus sedih ya? Aku dulu pernah baca di K*mpa*iana.. sama kejadian nyata dengan temanku yang di KDRT in sama suaminya. ( walau bukan berarti semua pria asing kasar ya? ) maksudku namanya mau milih pasangan hidup, baik WNA atau WNI ada yang baik and buruk maka harus di pikirkan baik baik.

      Suka

      • Aku nggak tahu aku boleh sebut namanya nggak ya di blog? Ha ha ha, vloggernya dulu yang di wara wiri itu loh…. dia fasih berbahasa Indonesia. Kalau cewe abg yang di bikin vid aku baca beritanya di trib*nnews, terus aku baca komen komen disana banyak yang bilang pemeran prianya memang mengincar perempuan asia buat di masukin koleksinya and taruh di sites pria itu, aku kepo ( ha ha ) jadi cari tahu and nyasar ke kask*s, ternyata yang di ajak main film sudah lumayan banyak… kalau nggak salah ingat ada 7 orang ( dan itu pun tahun yang lalu lalu sedangkan yang berita ku baca itu baru kejadian akhir akhir ini kayaknya ), ciri dari video itu sih kalau baca dari para kasku*er, di tiap video di catat nama daerah and tanggal di buatnya video itu. :o, jadi jelas itu kejadian dimana dan kapan… sedih deh bacanya.. jadi ada stereotype kalau perempuan Indonesia itu bagaimana.. apalagi situsnya di access di mana aja and di perjual belikan videonya ( kalau kata para komen disana sih )

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s