Cerita Kehamilanku Hingga Persalinan.

Seperti tulisanku sebelumnya dimana aku menulis akan membuat post soal kehamilanku hingga proses persalinanku yang berakhir Cesar, akhirnya nemu waktu juga buat ketik mumpung Aaron lagi tidur nyenyak ^^.

Sebelumnya, aku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapa di Sorga karena sudah menjaga kehamilanku hingga persalinanku semua dalam keadaan baik dan sehat, baik untuk aku maupun Aaron, tidak terasa loh Aaron kemarin tepat berusia 1 bulan..anyway langsung aja yuk kita ke ceritanya :).

Boleh di bilang kehamilanku ini kehamilan yang mudah ( tidak banyak komplainan mual ini muntah/tidak nafsu makan/sakit pinggang ini itu/susah tidur ), hanya saja selama berjalannya kehamilanku itu, banyak sekali yang bikin kuatir.. apalagi dasarnya aku anaknya suka panikan. Awal2 kehamilan aku di tes Toxo dimana hasilnya positif, akhirnya di tes ulang dan ternyata positif yang di maksud adalah positif imunnya ( jadi aku aman dari toxo dan tidak perlu kuatir soal toxo baik untuk kehamilanku saat itu maupun kehamilan berikutnya ), setelah tenang dari tes Toxo, aku di kuatirkan dengan tes virus Zika ( karena posisiku saat itu kan dari Indo ) dimana aku bingung karena aku tidak mendengar adanya kasus Zika di Indonesia namun Frauenarzt ku bersikeras di temukannya adanya kasus Zika di sana, akhirnya aku pun mengambil tes dan PUJI TUHAN hasilnya negatif. Setelah tenang dari tes tesan seperti itu, aku justru jatuh dari tangga πŸ˜… ( aku memang ceroboh ), tapi lagi lagi PUJI SYUKUR kepada TUHAN, segalanya baik-baik saja dan tidak kenapa-kenapa.. wew.

Nah stressku mulai bertambah saat usia kehamilanku mencapai 5 bulan ( aku lupa tepatnya 5 bulan apa 4 bulan ya ), dimana di temukan glukosa pada urineku :(, sama Frauenarzt langsung di suruh tes gula ( padahal belum jadwal tes gula ) dimana aku harus menunggu dan mewanti2 selama seminggu untuk mendapat hasilnya dan bersyukur hasilnya negatif…rasanya lega sekali… namun sayang.. rasa leganya hanya sementara waktu… ketika jadwalnya tiba untuk tes gula, hasilnya justru positif :(. Kadar gulaku saat di tes lumayan tinggi.. yang akhirnya mengharuskan aku bolak balik ke dokter diabetes dan aku di berikan dua pilihan, diet atau suntik insulin. Aku pun memilih diet dan berkomsultasi dengan konsultan diet untuk penderita diabetes.. dimana menurutku sangat kelewatan.. :o, karena diet dari beliau justru membuatku turun 3kg padahal masa kehamilan di trimester 2 tidak seharusnya turun terus, akhirnya aku pun membicarakannya dengan dokter diabetesku dan kemudiam beliau yang memberiku menu apa saja yang bisa kumakan ( nggak seketat dengan menu si konsultan itu ) yang kemudian berat badanku pun berangsur-angsur naik kembali. 

Nah, kukira semuanya membaik dan aku nggak perlu kuatir ini itu lagi..Frauenarzt ku hanya mewanti-wantiku kalau babyku saat itu sangat memungkinkan terlahir dengan berat badan yang berat (4kg++) karena aku menderita Diabetes Gestational, namun tiap kali check up, prakiraan bb janin dari USG justru sebaliknya dimana hasilnya justru lebih rendah dari seharusnya (bb janin normal menurut mereka ):o. Setelah pemeriksaan beberapa x, Frauenarztku merasa perlu merujukku ke rumah sakit besar, aku dan suami pun berangkat dengan perasaam was was, namun pemeriksaam dokter disana mengatakan bb janinnya cukup dan memang agak kecil namun mungkin itu di karenakan gen ku yang seorang Asia, dokter tersebut kemudian merujukku ke Fetomaternal yang kemudian hasil dari dirinya memamg semua baik baik saja ( kami panic for nothing πŸ˜… ), setelah kejadian itu aku pun menjalani kehamilanku dengan tenang, dan diusia kehamilanku ysng ke 36w, aku pun melakukan tes streptokokus grup b which is hasilnya negatif yang artinya aku siap melahirkan secara normal. 

Setelah di tunggu-tunggu hingga due date nya, Aaron tidak menunjukan tanda-tanda sama sekali kalau dia mau keluar πŸ˜…, Frauenarztku bilang di sini biasanya di beri batas waktu 10 hari dari hpl, jika hingga 10 hari tidak ada tanda2 melahirkan maka harus di induksi/cesar, namun karena kasusku adalah penderita diabetes, maka menurutnya aku harus ke rumah sakit jika 7 hari dari hpl belum melahirkan juga. Di hari ke 7 dari HPL (tepatnya tanggal 13) kami pun berangkat ke RS, dan langsung di opname saat itu juga. Aku di beri obat oral untuk induksi dimana aku harus meminumnya 3x sehari. Setelah sehari, bidan mengecek sudah ada pembukaan 1, hari ke dua lanjut minum lagi namun pembukaan tetap sama, pada tanggal 15 aku pun pulang dan tanggal 16 di rumah saja. Pada tanggal 17 kami pun berangkat pagi pagi dan kemudian meminum obat induksimya lagi dan pada sekitar pukul 10 lebih sudah ada pembukaan 2, long story short semakin siang, kontraksiku semakin bertambah ( namun menurutku pribadi nggak sakit ya ), hanya saja komtraksiku tidak beraturan.. terkadang 8 menit sekali, terkadang 15 menit sekali, terkdamg 6 menit sekali, sekitar pukul 12 ( aku lupa tepatnya ) dicek lagi pembukaan sudah 3. Aku pun di bawa ke ruangan bersalin dan di pasang CTG untuk memantau detak jantung janinnya, nah disini mulai dramanya, selama 1 jam lebih detak jantung janin baik baik saja sekitar 140+ namun dengan sangatt tiba tiba menurun menjadi 110 hingga kemudian di bawah 100 ( aku berusaha mengambil nafas dalam dalam untuk memberi oxygen pada janin ) tapi justru terus menurun, para bidan pun berdatangan dan segera menelepon dokter ( pokoknya rasamya bikin panik kalau liat reaksi mereka saat itu ), ku ingat detak jantung janin hingga 80+, dan salah seorang dari bidan tersebut pun menyuntikan sesuatu di infusku dan aku segera di pakaikan semacam stocking dan baju operasi, saat obat di suntikkan ke infusku, seketika juga aku mengalami sakit kepala yang sangat dan rasanya mual hingga vertigo, namun begitu mendapat infus, detak jantung janin berangsur2 kembali stabil. Aku pun di beri tahu oleh bidan kalau ada kemungkinan aku akan di cesar ( itu alasannya kemapa aku di pakaikan baju operasi ), namun mereka akan menunggu keputusan dokter. Dsitulah aku tidak bisa menahan diri lagi dan menangis sesengukkan, saat itu aku benar benar mentally breakdown bukan karena aku tidak ingin cesar, tapi perasaan takut kalau ada apa apa dengan kandunganku dan merasa bersalah apa karena pemyebabnya diabetesku, aku menangis tanpa henti dan bidannya pun menenangkanku, setelah itu dia pun mengecekku lagi dan ternyata sudah pembukaan 5 ( lagi lagi menurutku tidak sakit apa ksrema saat itu aku lagi kuatir dan sedih ya jadi nggak merasakan sakit? Eh ada sakit sih tapi maksudmya sakit biasa saja masih bisa dibawa tidur kategori sskitmya ), nah kemudian datang bidan yang lain, aku merasa dia memasukkan sesuatu kedalam peranakaanku, disitulah yang rasanya benar2 sakit hingga tiada kata yang bisa melukiskannya, rasanya hingga menusuk jantung, habis itu di keluarkanndan kemudiam air ketubanku pun mengalir ( mungkim yamg dia lakukan itu memecahkan ketubanku ), rasanya lega sekali saat bidan tersebut mengeluarkan alatnya, pokokmya aku nggak mau ngalami lagi deh sakitnya di pecahin ketuban huhuhu. Anyway, balik lagi ke persalinan, kami menunggu selama 1 setengah jam lagi namun detak janin hanya berkutat di 110s, dokter pun memutuskan cesar dan aku langsung di bawa ke ruang operasi, semua dokter, bidan dan perawat gerak cepat yang lagi-lagi bikin aku nangis karena aku melihat reaksi mereka seolah-olah lagi genting ( memberiku rasa takut kenapa kenapa ), namun ada seorang bidam yamg sangat keibuan, beliau memelukku dan menenangkanku dan mengatakan akan menjaga kami, operasi pun di lakukan dan 10/15 menit kemudiam lahirlah Aaron, dan lagi-lagi aku menangis saat Aaron di taruh di dadaku, aku ingat mata suami juga berkaca-kaca ( karema saat itu beliau juga berada di ruang operasi ), rasanya lega sekali melihat putra kami akhirnya lahir tanpa kekurangan apapun huhuhu, perjuangan selama 9 bulan akhirnya terbayarkan saat mendengar suara tangisnya, btw Aaron terlahir dengan BB 3kg lebih jadi aku nggak paham kemapa masih di anggap kecil… :-s.

Nah pasca operasi, aku pun di bawah keruang pemulihan dimana kateter ku sudah di lepas keesokkan harinya huhuhuhu dan sudah disuruh belajar berdiri πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚, namun karena berani gerak kali ya, 3 hari setelah cesar aku sudah tidak merasakam sakit dan bisa gendong Aaron jalan2 di koridor RS dan hingga kini aku tidak merasakan sakit sama sekali, kurasa ini cara Tuhan menjagaku secara mamaku tidak bisa datsng untuk membantuku karena faktor kesehatan beliau dan perjalanan jauh jadi mau nggak mau yang ku andalkam adalah diri semdiri dan suami, oh ya kami juga mempunyai bidam yang datang ke rumah untuk mengecek keadaan ibu dan bayi, jadi tidak terlalu kuatirlah hihihi. 

Begitulah detail kehamilan hingga persalinanku, jangan ketiduran ya bacanya hihihi. 

Iklan

7 pemikiran pada “Cerita Kehamilanku Hingga Persalinan.

    • Puji Tuhan banget kak Nella, makanya aku merasa sangat di mudahksn segala sesuatunya mungkin karena jauh dari orang tua πŸ˜…, kepengen sih di rawat mama, tapi apa daya tidak memungkinan, and ajaibnya awal2nya kami nggak punya bidan ( aku permah cerita kan ya ), and setelah di pikir pikir aku lahiran normal ( pikirku ) jadi ya mungkin nggak perlulah pakai bidan segala secara nggak dpt ha ha ( lagian suami ambil cuti juga ) eh ternyata harus cesar, namanya kita cesar pasti ada kuatir dengan bekas luka kita dll, eh suaminku coba telepon bidannya lagi ( salah satu bidan yang pernah kami hubungi sebelumnya dan beliau tidak sempat ), dan beliau setuju β™‘β™‘ , aku benar benar bersyukur sekali sama Tuhan kak Nella β™‘β™‘

      Disukai oleh 1 orang

    • Ha ha, mungkin karena saat itu pikiranku kacau dan mumet terus penuh kekuatiran jadi nggak begitu ngerasain rasa kontraksinya πŸ˜… makanya pas bidan bilang sudsh pembukaan 5 kok nggak terasa? ( sakitnya masih sama dari pas pembukaam awal ). Nah pas sengaja di pecahin ketuban itu loh yang sangat menyakitkan ( benar benar menyakitkan rasanys seluruh orgsn di dalam di obok2 huhuhu)

      Suka

      • Mmg org beda2 sih ada yg sakit bngt katanya ada yg biasa aja. Adikku lahiran pertama katanya sakit banget. Trus lahiran ke 2 kata adikku gak kerasa cuma kyk buang air besar sajah πŸ˜…

        Suka

    • Baru sadar ini belum kebalas he he he. Iya, aku tidak mempermasalahkan cesar atau normal cuman kemarin2 sempat panik karema takut ada apa apa dengan babyku gara gara aku kena DG jadi sempat menyalahi diri sendiri, puji Tuhan semuanya baik baik aja hihihi.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s