My Son Is Perfect The Way He is.

Okay, numpang untuk mengeluarkan unek-unek di blog ini. Jika di rasa memberikan aura negatif jangan di baca ya karena aku nggak ingin mentransfer energi negatif untuk yang membaca, namun sebagai ibu aku ingin sekali rasanya mengeluarkan curahan hati..namun nggak berani langsung ke orang bersangkutan.. takutnya di bilang baper… *walaumemangbapersihya* ha ha ha.

So anyway ini menyangkut anak semata wayangku. Dari jaman aku ABG aku sudah terbiasa di body shame in sama teman-teman dari jamannya aku kurus tinggi yang di panggil tiang listrik hingga menjadi gemuk, and sejujurnya itu tidak terlalu menganggu ku ketika di panggil gajah, badak, atau paus..malahan aku memperlakukan diriku sendiri sebagai suatu candaan.

Namun sekarang aku sudah punya anak, rasanya kok sakit ya ketika anak sendiri di kritik soal fisiknya. 

Pertama-tama TIDAK ADA yang berbeda  dengan anakku, maksudku dengan tidak ada yang berbebda itu, perkembangannya, prilakunya dan fisiknya ya sama seperti bayi/anak-anak pada umumnya, NAMUN tetap aja ada loh orang-orang yang mengkritik, dari perihal anakku yang nggak mirip bule lah, kurus lah, hidungnya pesek lah, hingga matanya jereng.. 

Sebenarnya prihal mata jereng aku bisa mengerti, mungkin mereka perhatian and bermaksud untukku mengoreksi pandangan babyku.. tapi ya kalaunlangsung di bilangin jereng, hatiku kok rasanya sakit ya *efekbaperandsensitifberat* .

Lagian baby bukannya masih belum mampu banget untuk menfocuskan pandangannya sehingga matanya terlihat juling pisah maupun dempet?? Sebagai seorsng ibu, apalagi pengalamanku menjadi seorang FTM ( First Time Mom ), aku tidak menolak kritikan maupun bimbingan, aku justru sangat berterima kasih ketika ada yang bersedia memberikan bimbingan namun janganlah memperlakukan aku seolah-olah ibu yang tidak memperhatikan perkembangan anakku. Aku punya dokter anak, anakku di check up ( Untersuchung ) sesuai dengan jadwalnya dan temtunya jika ada yang salah dengan babyku, dokter akan mengatakan sesuatu.. tidak perlulah mengatakan anak orang jereng bahkan disaat tidsk pernah melihat langsung anak orang, bagaimana bisa langsung mencap anak orang matanya jereng/juling hanya melalui sebuah foto? Aku pribadi ysng menghabiskan waktu setiap hari dengannya tidak merasa matanya juling.. cuman kalau aku ambil foto memang matanya akan focus untuk melihat hapeku sehingga seolah-olah juling, walau tetap ya nggak juling bagaimana. Oh ya aku kalau mengambil foto close up anak selain terkadang menggunakan zoom, aku juga menyalakan flightmode, berharap mengurangi radiasinya.

Anyway, aku juga tidak haus pujian and anakku harus di bilang cakep ganteng dll karena pada dasarnya, sekali lagi sebagai seorang ibu tentu saja merasa anaknya sendiri cakep tanpa perlu pengakuan dari orang lain kok.

Nah ini ada lagi teman-teman yang mengatakan anakku nggak mirip bule… hello? Mamanya orang asia jadi ya wajarlah kalau anak mirip salah satu orang tuanya?? Apa hal yang aneh jika seorang anak mirip dengan ibunya?? Walau aku sendiri tidak cantik-cantik amat, namun aku tidak sekrisis dimana aku beranggapan menikahi bule hanya untuk memperbaiki keturunan, karena kalau mirip denganku pun bukan berarti tidak enak di pandang kok justru ada rasa kebanggaaan di saat anak di bilang mirip denganku..artinya aku nggak jelek ( secara kalau aku lihat anakku sendiri cakep kok xp ) dan aku menikahi suamiku bukan karena kepengen bulenya. Sekali lagi.. ini mindset kebanyakan orang kita yang beranggapan bule itu superior ( tidak semuanya ya yang punya mindset demikian.. lebih tepatnya orang-orang di lingkunganku di Indonesia yang demikian pemikirannya ).

Hidung anak tidak mancung, mau semancung apa? Pinokio? Mancung bukan berarti identik dengan enak di pandang dan pesek identik dengan tidak sedap di pandang kok, lagian hidung anakku bukan sesuatu yang perlu dikritik juga deh karena fungsi hidung itu untuk menghirup bukan? kalau pun aku lihat, hidung anakku nggak pesek-pesek gimana hingga harus di kritik ( bukan berarti yang benar benar  pesek perlu di kritik ya ), toh sudah bawaan dari sana, mau protes sama penciptanya? Atau harus kubawa ke dokter operasi plastik???

Perihal BB, tidak di pungkiri kebanyakan orang kita beranggapan baby chubby itu artinya sehat dan menggemaskan, padahal tidak sepenuhnya benar bukan? Last check up (hari senin minggu lalu ), bb Aaron berada di tabel Ideal ( Aaron usia 3 bulan di tanggal 17 besok namun anggap aja minggu kemarin sudah 3bulan ), yaitu 5760g dengan tinggi 60cm dan lingkar kepala 40cm yang lagi- lagi kalau di lihat dari tabel, itu namanya IDEAL, nggak kurus nggak gemuk, tapi tetap aja di kritik kurus seolah-olah aku tidak memberikan asupam yang cukup untuk babyku 😬😡.

Intinya sih, menurutku kurang bijak lah ya untuk mengkritik fisik seorang anak… kalau anaknya cuek.. mungkin tidak banyak berdampak pada kepribadiamnya, namun kalau anaknya sensitif..bukankah akan menanamkan pikiran ke dia kalau dia itu not good enough? Something is wrong with him/her? Sehingga ujung2nya membuatnya menjadi anak yang malu dengan dirimua sendiri and tidak menghargai apa yang di milikinya?? Kalau pun merasa anak orang nggak “secakep” expetasi di pikirannya ya simpan aja sendiri, nggak perlu juga kemukakan ke orang tua bersangkutan dengan mengkritik fisik anaknya, karena kalau aku pribadi di kritik fisiknya masih bisa tertawa, tapi kalau yang di kritik adalah anakku sendiri, rasanya sedih aja gitu. Bagaimanapun penampilan Aaron, aku merasa dia sempurna di mataku. Walau hidung nggak semancung bapaknya, muka nggak sebule bapaknya, badan nggak segemuk tatan, mata yang di bilang juling padahal nggak, bagiku tetap dia yang paling cakep dan sempurna di mata kami orang tuanya :*.

Aaron, jika suatu saat kamu membaca blog Mama, perlu kamu ketahui Mama sayang kamu dan kamu adalah wujud terindah yang Tuhan kasih untuk Papa and Mama. We love you more than anything in this whole world. Thanks for choosing us as your parents. Love you.

Iklan

21 pemikiran pada “My Son Is Perfect The Way He is.

  1. IH lucu begini masih di kritik an?? *kasih kaos kaki bekasku untuk disumpel ke yang ngekritik* Tapi jadi ibu emang bakal sering digituin deh kayaknya, aku aja sampe skrg anak udah setaon masih belom kebal terhadap komen-komen ngeselin bikin baper hahaha

    Disukai oleh 1 orang

    • Iya. Terkadang aku stress kayak selalu ada aja yang perlu di kritikin.. dari pemakaian baby carseat saat babyku baru beberapa hari hingga ke persoalan fisik sekarang. Dulu aku tidak berpikir kalau kritikan akan mempengaruhi aku..ternyata setelah jadi orang tua, orang ngomong apa terutama soal anak jadi mudah baper dan tersinggung.. ngga pajang foto di messenger tapi banyak keluarga di Indo.. nggak mungkin satu per satu di kirimin foto anakku, dan aku juga berpikir messenger akunku pribadi kenapa harus aku yang memperhatikan apa yang ku pajang? Sekali di pajang ada aja orang-orang yang mau kritik.. mau di delete contactsnya? Bisa merembet kemana-mana…disimpan sendiri tar tabungan kesalnya jadi overload… ujung2nya ya jadi curhat ke blog sendiri he he.

      Suka

  2. Ann emangnya dimana sih yg pada nyinyir itu? kamu upload foto di sosmed ya?. Klo aku ga maen fb lagi malesss haha. Jangan diambil hati omongan2 negatif gitu Ann, bikin kesel kamu juga kan. Kuliat Aaron baik2 saja ko gantengg 😀 .

    Klo mengenai mata, nah anakku pas pemeriksaan terakhir dirujuk ke dokter mata katanya klo ngeliat bola matanya ga bersamaan bergerak. Kita sdh ke dokter mata tp disuruh balik pas anaknya 9 bln krn si bayi ga bisa diam mau dicek pakai alat khusus, jadi dicek manual sama dokternya si bayi ngeliat ke arah dokter narik perhatian. Klo dokter anak bilang Aaron baik2 saja ya biarin ajalah klo ada orang yg nyinyir hehe.

    Mengenai berat badan jangan ngemuk2 ntar susah kita gendongnya klo berat kan haha. Klo sdh bisa jalan nanti makin kurus Ann, asal masih dalam tabel bb ideal sih biarin ajalah. Anakku Ben juga kurus tp masih masuk bb ideal, ya bgm si bocah ga bisa diam kan.

    Disukai oleh 1 orang

    • Nggak cuman FB, tapi justru lebih sering di kritik itu melalui BBM gitu, jadi bukan sekedar nyinyir ya karena langsung melalui chat pribadi, dan yang bikin sedih justru yang mengkritik itu orang-orang yang sudah kenal aku sejak lama.. kalau yang baru-baru kenal mungkin takut mrnyinggung, nah kalau yang sudah kenal lama itu..mungkin di anggap kita bisa menerima kritikan apapun..padahal kalau menyangkut anak..secuek-cueknya pribadi seseorang juga pasti akan tersinggung kan atau mungkin diriku yang telah menjadi baper akut sejak jadi ibu? ha ha, anyway kalau aku nggak pakai messenger kayaknya nggak mungkin secara aku berkomunikasi dengan kakak adik and ortuku melalui messenger.. salah aku juga sih hobi pasang foto Aaron di profile.. cuman pikirku kalau ada keluargaku yang mau lihat Aaron kan tinggal klik profile aja..aku sendiri bikin akun IG juga tapi karena kebanyakan hanya orang nggak di kenal ( kenalnya cuman lewat Dumay mayoritasnya ), so far nggak ada yang mengkritik, dan memang sebagai seorang ibu baru nggak di pungkiri kalau aku terlalu “excited” untuk posting2 foto Aaron 😦 ( jadi disini aku mengaku salah tapi gimana dong? Aku terlalu mengidolakan anak sendiri sampai wallpaper PC dan gadget lainnya foto anak sendiri.. 😂 ), tapi terlepas bagaimana aku terlalu excited buat pajang foto anak sendiri kurasa tetap kuramg bijak lah kalau nge Pm aku cuman bilang hidung anakku pesek lah, mukanya nggak mirip bule lah ( yang bilang nggak mirip bule itu buanyuaaak seolah-olah anakku wajib berwajah bule ) walau cara ngomongnya “halus” seperti “Aaron hidungnya pesek ya?” atau ” mukanya nggak mirip bule” 😑.

      Kalau soal mata, dokter anakku bilang sama sekali nggak ada masalah, sebenarnya matanya memang nggak ada masalah sama sekali kok kak Nella, kalau di foto kayak di postku ini memang karema dia menatap hapeku jadi keliatannnya agak sedikit juling nah apa lantas hanya karena dari foto, orang berkomentar anakku matanya jereng? Dokter bukan, ketemu secara langsung aja belum.. and kalau di tanya dimana..kurasa kak Nella bisa menilai he he soalnya kalau disini umumnya ( aku belum pernah ketemu ) orang nggak mau mengkritik fisik/penampilan seseorang karena sudah masuk kategory bully ( apalagi khusus chat kita cuman buat bilang ini itu ).. walau aku gemuk belum pernah 1 kalipun aku di panggil gajah bengkak tuh kalau disini…. 😯

      Anyway, semoga baby Lisa memang tidak pernah ada masalah apapun pada matanya (bawa dalam iman amin ).

      Oh ya aku komen soal KB di post Kak Nella kok nggak bisa masuk ya? Apa masuk kedalam spam? And sorry balasan komennya panjang kali lebar.. aji mumpung untuk curhat he he

      Suka

      • Ooo BBM toh, aku ga punya sih. FB pun sdh kuhapus 😀 . Bener banget justru orang2 yg kenal kita sering nyinyir makanya FB kuhapus krn banyak yg kenal aku kan. Ssstt sebenarnya aku ada fb khusus tp cuma mamaku dan suami yg tahu, makanya klo kirim2 ya ke mama aj deh 😀 . Klo ada komen2 ga enak lagi, diamin aja Ann ga usah dibalas lagi. Dulu prnh juga ada yg komen anakku 2 thn ko masih pakai diaper, yg komen teman kuliah, komen di Fb gitu. Ga kubalas tuh. Pdhl aku mau komen balik “lah situ anak sdh 2 thn, makan ko masih digendong pembantu, dibawa keliling komplek. Anakku klo makan tertib duduk di mejanya, ga perlu dikejar2, dirayu2” haha. Cuma aku komen dalam hati aja haha.

        Ahhh kamu bloger ke 5 nih yg bilang komen di postinganku ga masuk, hiks. Pantesan ko Ann ga pernah komen2 lagi. Antispam askimet jadinya kuhapus Ann, biang keladi komen ga muncul.

        Suka

      • Aku justru terinspirasi cara kak Nella mengasuh Ben secara aku dulu silent reader tapi mengikuti loh blog kak Nella 😁, and menurutku hal yang wajar kok anak 2 tahun masih pakai diaper, para ponakanku juga masih pakai diaper usia segitu, and menurutku Ben anaknya tumbuh dengan baik dan sehat dan juga pintar, masalah diaper akan ada waktunya dia ingin lepas sendiri ,btw kalau boleh aku minta dong FB kakak 😳, aku juga bikin FB yang kontaknya sepitil sekarang 😳 *blushing*. ( tentunya kalau berkenan ya hihihi ).
        Oh ya aku tinggalin komen di post Askimet kok lagi-lagi nggak ada? Dua kali aku post layarnya jadi putih semua, apa karena aku pakai tablet?

        Suka

  3. sabar2 ya Ann *hugs* u’re not alone, en gue pribadi juga suka baperan kalo anak dibanding2in tow ga diomongin yg kagak enak 😦 tapi itu lah org2, yg jelek2 aja yg diomongin. Yg bagus?! Dipandang sebelah mata doank

    kalo perkembangan anak, selama sehat en menurut qta sbg ortu plus dokter baik2 aja, jgn terll diambil pusing omongan org2 Ann. smkn qta mikirin smkn sebel qta-nya en ga ad untungnya buat qta

    smangattt ya Ann 😊

    Disukai oleh 1 orang

    • Iya, memang harus belajar lebih cuek lagi. Kalau di pikir-pikir memang bukan hal yang besar dimana aku sampai harus nulis di blog sih.. cuman tadi benar2 kesal aja karena dari lahiran hingga sekarang tetap ada aja yang mengkritik akhirnya mumet sendiri 😯, memang benar kata orang harus banyak2 stok sabar.. aku mikirin nanti usia MPASI pasti banyak lagi yang akan mengkritik.. kayaknya aku harus persiapkan mental dari sekarang biar kebal di kritik.

      Suka

  4. Sama mbak, anakku juga seringnya dibilang hidung pesek, gak semancung hidung bapaknya, abisnya gmn dong, anak cowok kan biasanya ikut gen ibunya, terkadang sakit hati juga sih tapi ya masih bisa di tahan2 😀
    Tetap semangat ya mbak, ade Aaron ganteng kok, sini main sama Samir 🙂

    Suka

  5. Oh ya tambahan satu kali, kayaknya wajah anak bayi berubah2 deh anakku waktu baru lahir mukanya plek ketiplek sama aku, gak ada bule2 nya sama sekali kayaknya, giliran udah agak gedean dikit mulai berubah, wajahnya udah mulai sedikit2 ikut bapaknya

    Disukai oleh 1 orang

    • Hallo Adhya, lama tidak melihat dirimu 😁, aku sih nggak bermasalah anak mau mirip siapa.. namanya juga salah satu orang tuanya ada yang asia ada yang bule pasti akan mengikuti salah satu orang tuanya, yang nggak tahan itu kalau terus2an di tanya kenapa nggak mirip bule? Lah memang mirip dengan aku itu suatu kejahatan?? Selalu ada aja yang di kritik dari jaman carseat, rambut babynya tipis, kulitnya ngelupas ( waktu jaman newborn ), sampai aku di bilang gara gara aku makan pedas makanya rambut anakku sedikit.. lah kan memang Papanya yang rambutnya tipis..Pokokmya segala sesuatu bakal di kritik 😑.
      Anyway semancung Samir aja di bilang pesek?? Bener bener deh sebagian dari kita obsesi hidungnya berlebihan 😅, aku baru baca2 blognya.. Samir ganteng and lucu banget, gedenya pasti tinggi banget kayak Papanya 😀

      Suka

      • Iya bener juga ya, biasalah orang sini sering gitu, giliran anak gak bule selalu di pertanyakan “kok gak bule ya padahal papanya bule”, giliran anaknya bule banget eh pas kita gendong bawa ke mall pasti disangkanya kita ini pengasuhnya *pengalaman pribadi*, cape deh, hayati lelah serba salah hidup ini :-)). Nanti klo dah gede samir main sama Aaron ya 😉

        Suka

  6. Haii. salam kenalll. yah ampun gantengggg gituuuuuuuu.. ish. pada jereng kali yang liat. *ikutan kesel*. Gak kok, aku gak melihat ada yang gimana2 sama mata aaron. 🙂 semangat ya. ibu2 emang baper ya kalo soal anak. akupun jg begitu. tapi apa yang menurut org katakan, yang paling tau ya kita sebagai mamanya. hehehe

    Disukai oleh 1 orang

    • Hi juga, salam kenal ya. Selama ini sering stalk and jadi silent reader mu baru belakangan belajar berani buat ikut komen/nimbrung he he.
      Iya sebelumnya aku ngak berpikir kalau komen soal anak bakal mempengaruhiku secara aku sebelumnya sangat cuek. Untuk prihal mata.. aku sebenarnya paham mungkin maksudnya agar aku bisa mengawasi atau mengubah pandangan anakku bagaimana.. cuman jangan langsung berkesimpulan kalau mata anakku juling padahal bertemu juga belum kan bagaimana bisa tahu ada masalah atau tidak? Untuk yang babynya kalau pun memang terlihat juling kan juga perlu di lihat usianya berapa jangan langsung mendiagnosa anak orang juling apalagi usia yang masih hitungan bulan *pernah baca di artikel sampai usia 4 bulan terkadang baby belum mampu buat mengatur otot2 matanya* kalau sampai usia 4 bulan masih pisah atau dempet itu memang sudah harus di observasi bawa ke dokter mata dan dokter pun nggak akan langsung memvonis juling.

      Anyway sekarang benar benar mau belajar ngurangi baper ^^ karena memang nggak bagus buat pikiran and jiwa.. lama lama keseringan baper bisa jadi nenek2 kolot ha ha ha

      Suka

    • Yep, mungkin yang suka kritis karena anggap sudah teman lama dan teman lamanya orang yang cuek jadi di komenin bagaimanapun tidak akan tersinggung.. mungkin memang aku harus belajar lebih untuk tidak terlalu baper dan sensitif, dan amin untuk sehat dan bahagianya ^^ hi hi.

      Suka

  7. Ngeselin emang yg doyan nyinyir gitu.. Dan ga bisa diabaikan sih karena seolah mereka benar, tapi jkadang suka ga enak ati ya klo mo dibalikin.Hih.. Anakkk ganteeng begitu masih kena nyinyir lho… Pen disambelin aja. Dan iyeess.. Anak kita pasti yg terbaik buat kita, jadi minggir sana aja ya segala aura negatif..huss husssshhh..

    Suka

    • Ha ha ha iya tu Py.. makanya kemarin-kemarin aku sempat kesal.. kayakmya ada aja buat di complainin.. tapi sekarang untung sudah nggak lagi sih hi hi hi, and perihal anak, yup sebagai ibu sudah tentu menganggap anak sendiri yang terbaik paling sempurna dll, kalau pun ada orang tua yang justru menjelekkan/mencari-cari kekurangan anaknya.. aku kayaknya nggak bisa pahami mengapa dan bagaimana bisa 😅.

      Suka

  8. Baca ini jadi ikutan sensi aku… jadi maaf ya komentarku panjang BANGET.
    Kok ya ada orang yang ngomentarin anak bayi… salah satu teman dekatku campuran Indonesia-Belanda, tapi dia mirip ayahnya (asli Indonesia Timur). Jadi sejak kecil, sering dikomenterin rambutnya yang keriting lah, kulitnya kok tetep item lah. Parahnya dulu kalau lagi jalan sama ibunya (asli Belanda), sering ditanyain, ini adopsi ya? Dari mana? (Dan nanyanya juga di depan teman gue).
    Nah bandingin sama teman saya, orang Indonesia yang nikah dengan bule dan tinggal di Indonesia, anaknya kebetulan lebih mirip sama bapaknya yg bule. justru kalau teman saya ini jalan-jalan sama baby nya, dia disangka pembantu/nanny. Dasar manusia memang suka stereotipe!

    Suka

    • Hi.. makasih ya sudah mampir ^^. Iya.. mereka nggak ngerasain kalau hal begitu juga menyiggung hati si anak.. apalagi sampai menanyakan anak adopsi atau bukan 😯, nggak sopan banget ya. Jadi serba salah, mirip orang tua yang asia di kira anak adopsi kalau jalan sama ortunya yang bule.. kalau anaknya totok mirip bule di kira anak majikan…padahal nggak semua yang bertampang asia itu mentalnya pembantu/nanny kan? Ckck

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s