Why I Decided To Have A Child ( or Children )

Tergelitik untuk menulis hal ini karena baca post yang menanyakan hal ini.

Jauh sebelum kami menikah.. well jauh sebelum aku punya pacar, aku selalu menyukai anak-anak, dan rata-rata anak yang dikenal “susah” di atur biasanya memang justru bisa dekat sama aku. 

Beranjak dewasa aku juga sempat mengajar anak-anak tetangga.. tapi tentu saja masih belum terpikirkan untuk punya anak sendiri ya karena memang belum terpikirkan sampai kesana.

Pikiran untuk punya anak muncul ketika sudah mengenal cinta… he he, apalagi saat hubunganku dengan suami saat itu semakin serius. Sebelum melangkah lebih jauh pun, kami mengutaraksn keinginan kami untuk kehidupan kami kedepannya, dan salah satunya adalah keinginan untuk mempunyai anak dalam kehidupan kami kelak.

Kalau di tanyakan kenapa kami ingin punya anak? Jawabannya sangat sederhana.. itu karena kami saling mencintai satu sama lain dan kami menginginkan sosok dimana didalam dirinya mengalir darah kami, yang bisa menjadi legacy kami, sosok yang membuat kami sebagai dua pribadi yang berbeda menjadi satu dengan adanya dirinya, untuk adopsi pun aku pribadi tidak keberatan tapi aku dan suami lebih menitikberatkan untuk memiliki anak kandung kami sendiri jika memang diberi kepercayaan oleh yang Maha Kuasa.

Untuk mempersiapkan kehadiran seorang anak, kami juga sadar sesadar-sadarnya kalau itu tidaklah mudah maupun murah, apalagi baik aku dan suami bukanlah orang yang kaya raya..namun dari jaman pacaran juga kami sudah mulai mempersiapkan tabungan untuk “anak” terlepas kami benar akan di beri kepercayaan atau tidak. Kami merencanakan kedatangan anak kami dengan sebaik-baiknya walau pasca menikah tidak langsung hamil dan juga tidak ngebet harus sesegera mungkin diberi kehamilan.

Kami sadar betul, hidup kedepannya mungkin akan semakin sulit, atau semakin membaik tidak ada yang bisa benar-benar memprediksi masa depan, namun 1 hal yang pasti kami tidak pernah menyesali pilihan kami untuk mempunyai anak, dan kurasa rata-rata pribadi yang memutuskan untuk punya anak sudah memikirkan semua aspek baik dari segi lingkungan, pendidikan, maupun financial yang terbaik untuk sang anak demi mempersiapkan masa depannya yang lebih baik daripada orang tuanya. 

Sebelum melahirkan pun, aku memiliki kekuatiran-kekuatiran apa aku mampu menjadi ibu yang baik untuk anakku, namun saat pertama kalinya aku memeluknya saat dia di keluarkam dari rahimku, 1 hal yang pasti aku rela mati untuknya dan melindunginya tanpa pikir dua kali, jika di tanya apa aku rela mengulangi ini semua jika di kehidupan selanjutnya itu ada, jawabanku adalah ya tanpa sedikitpun keraguan :), memutuskan untuk memiliki anak adalah pilihan terbaik dalam hidup kami yang pernah kami buat dan tentunya hal tersebut bisa terjadi berkat campur tangan Tuhan :).

Iklan

11 pemikiran pada “Why I Decided To Have A Child ( or Children )

  1. Hi Ima, menurutku memutuskan untuk mempunyai anak dari rahim sendiri bukan hebat kok hihihi cuman mungkin karena faktor cinta yang membuat segala keraguan and ketakutan hilang ya and tentunya karena adanya restu dari Tuhan, kalau nggak di kasih, mau sesiap atau sekeras hati apapun untuk punya anak sendiri tidak akan terjadi jika Tuhan memang punya rencana lain, jadi untuk hal ini aku berterima kasih kepada Tuhan.
    Aku bisa lihat kok Ima pencinta anak, di blog aja keliatan anak-anak bisa akrab sama ima hi hi hi and pintar masak lagi ho ho ho anak-anak makin lengket jadinya xp

    Suka

  2. Hampir setiap wanita pasti ada rasa takut gak mampu mendidik atau membesarkan anak. Tapi pas begitu lahir naluri ibu langsung keluar. Langsung mau melindungi dan semua kebutuhannya bakalan kita penuhi ya

    Disukai oleh 1 orang

    • Iya and selama ini sering dengar orang bilang unconditional love.. tetap aja setelah punya baru bisa merasakan unconditional love and sering merasa kurang memberikan yang terbaik untuk anak and membuatku semdiri semakin terpacu untuk mengintrospeksi diri sendiri agar bisa menjadi teladan yang baik untuk sang anak :).

      Suka

  3. Aku suka anak……asalkan bukan aku yang harus ngerawat 😝😂

    Keinginan punya anak engga aneh kok. Justru yang dianggap aneh adalah perempuan-perempuan yang engga tertarik punya anak. Padahal namanya kehidupan, setiap orang pasti punya pertimbangan dan pengalaman masing-masing.

    Disukai oleh 1 orang

    • Sebenarnya di jaman sekarsng untuk nggak tertarik punya anak juga bukan hal yang aneh karena di keluargaku ada beberapa yang tidak menginginkan anak ( salah satunya bibiku ), beliau beranggapan dari pada mempunyai anak tapi beliau sendiri ragu bisa ikhlas merawat atau tidak and malah takutnya terlantar karena beliau orang yang sangat ambisius dalam mengejar karir jadi lebih baik tidak punya anak toh beliau enjoy dengan kehidupannya saat ini. Sebenarnya ini tergantung pilihan ya.. sekarang Mae bilang suka anak asal nggak merawat, percaya deh kalau Mae suatu saat punya anak pasti jadi mau merawat hihihi, aku yang dulu lihat kakakku gantiin popok anaknya, jaga jarak.. sekarsng anak sendiri pup di cium2 terus popoknya 😅😅😅😅😅

      Suka

  4. Gw setelah nikah rencana mo nunda setahun tapi untung aja ikutin kata2nya OB. Skrg meski finansial belum ok (alasan utama nunda setahun) tapi pembuktian “anak ada rejekinya” kalau ortu kerja keras bener adanya. Sejauh ini semua kebutuhan L dicukupkan.

    Disukai oleh 1 orang

    • Betul, orang tua yang benar pasti akan melakukan hal yang terbaik untuk anaknya dalam berbagai aspek, yang dulunya nggak begitu ngoyo buat nabung jadi rajin nabung, yang dulunya mau shopping apa nggak makai mikir lagi, begitu punya anak kalau mau belanja pasti yang dipikirkan anak dulu, yang paling penting memang kebutuhan anak tercukupi, kalau kebutuhan ortu selagi tidsk penting amat masih bisa di tunda ya hi hi hi

      Suka

  5. Kalau ga ada anak siapa yg merawat kita di masa tua yaa 😀 tinggal di altenheim sih klo terpaksa kali ya. Adanya anak2 kan bikin hidup lebih berwarna. Tp klo memang ada yg memutuskan ga mau punya anak sih itu pilihan mereka, asal jangan bilang tanpa anak hidup lebih baik 😀 . Lagipula banyak anak banyak rejeki, coba klo di Jerman punya 3 anak, sewa wohnung ke bayar tuh tiap bulan dari kindergeld haha 😀 .

    Disukai oleh 1 orang

    • Iya kak Nella, kalau aku pribadi sih, harapan ku punya anak salah satunya juga kalau kelak tua nggak begitu kesepian, tidak srrumah paling nggak tiap acara keluarga bisa kumpul dengan anak cucu layaknya kami dengan orang tua kami, tiap kumpul aku bisa melihat betapa bahagianya orang tua kami :), walau memang ada orang yang tidak tertarik untuk kumpul-kumpul.
      Perihal banyak anak banyak rejeki kayaknya khusus di beberapa negara..salah satunya di jerman aja ya ha ha, aku sangat suka ( nggak munafik ya hihihi ) dan merasa di manjakan dengan sistem di jerman ini untuk kesejahteraan anak dan orang tua ( kindergeld dan elterngeld ), selain itu ada bentuk bantuan dari pemerintah untuk yang tidak mampu atau tidak punya pekerjaan, tapi sayang tetap aja ada loh yang menyalahgunakannya dan merugikan tax payer lainnya :-s ( dengar cerita temanku tentang temannya, dua-duanya immigrant ) dengan sengaja tidak mau bekerja selama bertahun-tahun dan setiap hari menghabiskan waktu di tempat perjudian, mungkin sudah keenakan di beri tunjangan kali ya 😅

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s