PELAKOR

Akhir-akhir ini pergosipan di dunia entertainment Indonesia sedang ramai-ramainya perihal pelakor. Apalagi ketika membaca post kak Nella yang ada Mulan Jameelanya.. yang mengikuti dunia keartisan di indonesia pasti tahu dong  hatersnya ada berapa banyak 😅, aku jujur tidak terlalu mengikuti dunia pergosipan.. tapi kalau buka LINE TODAY atau portal berita lainnya yang kebetulan ada mulannya pasti banyak sekali haters yang kadang komennya sangat menyeramkan, akhir-akhir ini lagi rame kasus J yang sekarang di tangkap karena kasus Narkoba dan siswi SMK yang memacari suami orang yang lagi-lagi soal pelakor.

Pelakor itu apa sih? Kalau kata anak jaman now sih artinya perebut laki orang.. mmmmh mungkin apa yang akan kutulis saat ini akan memicu pro dan kontra.
Pertanyaanku.. apa benar pasangan bisa di rebut? Sebelum ada yang salah paham denganku, aku menikahi pria single..dan begitu pula sebaliknya jadi jelas-jelas bukan “pelakor” maupun “peristror” ya dan aku bukan pendukungnya. Aku hanya ingin mengajak pembaca terutama pembenci buta “pelakor” untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Aku selalu berpendapat ketika kita menikah, pasangan adalah partner kita, bukan kepemilikan, toh mereka mempunyai akal pikiran dan bukan benda mati. Seseorang yang mempunyai akal dan keinginan, apa mungkin bisa di rebut layaknya mainan? 

Perselingkuhan terjadi bukan hanya karena faktor di goda dan di “rebut”, namun faktor terbesar adalah keinginan dari pribadi itu sendiri untuk bermain api. Tidak di pungkiri jika ego seorang pria lebih besar.. sebagian berselingkuh karena merasa tidak bahagia dengan pernikahannya lagi *alasannya sih begitu * dan sebagain besar berselingkuh just because they can ( hal yang sama berlaku untuk wanita ). 

Sering kali ketika suatu hubungan hancur karena pihak ke 3, yang di caci maki dan di hina-hina hanyalah pihak ke 3 nya walau memang benar sekali pihak ke 3 SALAH karena memacari pribadi yang sudah mempunyai pasangam, but hey jangan lupa, tidak akan ada suara jika hanya bertepuk dengan sebelah tangan.., jawaban dari temanku.. pria ibarat kucing.. kucing mana yang akan menolak diberi ikan? Lah pria kok di samakan dengan hewan.. kucing di beri ikan yang di taburi racun tikus juga bakal di makan kok, apa pria akan tergoda pada perempuan penggoda yang menaburkan racun tikus kedalam minumannya, di depan matanya? Nggak kan?? Hal yang sama kita tanyakan pada diri sendiri, ada pria tampan body sexy datang menggoda kita.. apa akan langsung tergoda kalau ingat Tuhan, ingat dosa dan paling penting, kalau emang nggak ada keinginan buat selingkuh?

Aku benci sekali dengan perselingkuhan, benci pakai banget malah..namun kalau aku berada di pihak yang di selingkuhi.. siapa yang akan aku salahkan paling pertama kali? Orang itu adalah suamiku. Kenapa? Orang yang menjadi pihak ke 3 tidak pernah bersumpah tidak akan memacari suami orang ( mungkin saat itu juga tidak pernah kepikiran juga mau pacari suami orang ), namun pasangan kita? Mereka bersumpah di depan Tuhan akan bersama dengan kita hingga maut memisahkan, mereka juga bersumpah di depan Tuhan akan mengasihi kitam mencintai kita, dsaat duka maupun suka, baik dengan kelebihan dan kekurangan kita.. tapi begitu ada perempuan sexy segala sumpah dan janji di kotori begitu mudah dan pada hilang ingatan. Kalau pria begitu mudah di goda dan di rebut, siap siap deh buat yang punya suami, suaminya di rantai and di awasi 24/7 toh banyak ikan berkeliaran di luar sana, kan katanya kucing.. nggak perlu di kasih ikan, kalau di depan mata banyak ikan.. kucingnya yang bakalan nyosor sendiri.. hehehe

Ada juga yang bilang, pria selingkuh karena istri servis di ranjang kurang ok, atau istri ada kekurangan ini dan itu.. hey, itulah kenapa ada yang namanya konsultant pernikahan bahkan konsultant sex kalau memang di rasa hubungan sex suami istri sudah hambar, kalau segala upaya sudah di lakukan dan memang benar-benar sudah nggak bahagia ya cerai aja.. tapi cerai kan dosa and kasian sama anak.. lah selingkuh nggak dosa ya? And kalau ketahuam selingkuh nggak bikin anak sedih dan stress? Belum lagi kalau kena STDs yang ujung2nya di tulari ke istri.. ( disini lucu nih.. bosen sama istri, tidur di luar tapi pulang, istri di ajak kelonan juga.. gimana tuh.. ) yakin itu pria di rebut sama pelakor.. atau emang doi aja yang kegatelan? 

Menurut kalian bagaimana? 😄.
Psst : sekali lagi, aku tidak membenarkan perselingkuhan dengan suami orang ya, kayak sudah kehabisan pria saja, cuman disini aku mau ngupas jangan seolah-olah pria yang berselingkuh itu kayak sosok yang polos yang bisa di rebut sana sini.. dengan gampangnya layaknya sebuah mainan jijik euy 😬😬.
Tambahan : sorry kalau ada beberapa kata yang agak kasar untuk di baca, maklum kalau bahas perselingkuhan agak terasa panas nih karena faktor jaman dahulu kala dengan si mantan.. xp Hhahaha.

Iklan

9 pemikiran pada “PELAKOR

  1. Setuju An, yang paling salah itu adalah suami. Karena dia lah yang udh berjanji untuk menjadi pasangan kita sehat/sakit, kaya/miskin. Jadi meskipun pelakor juga salah karena kegatelan, tapi yang paling salah ya suami kita karena dia menyerah pada godaan dan mengingkari janji dia untuk jadi loyal partner kita.
    Tapi kalo aku liat ibu-ibu yang ngelabrak pelakor, kayaknya kondisinya itu lebih karena mau melampiaskan amarah dan sakit hati. Sementara kalo ke suami itu meski marah tapi juga denial karena bisa jadi 1) Malu dikhianati orang yang kita kasihi, 2) Masih memberi kesempatan untuk berbaikan.
    Jadi kalo pelakor ditabokin yah yasudah abis itu istilahnya kayak ikan busuk yang dimakan kucing, kita buang jauh-jauh. Sementara si kucingnya meskipun bikin sakit hati… tapi ya masih sayang, ato merasa malu juga kalo sampe pisah sama tuh kucing (nah loh kok jadi kucing sih ini) hahahaha.

    Aku sih sekarang blg ke suami, dealbreaker aku dalam pernikahan adalah perselingkuhan sama KDRT. Kalo dia udah ngelakuin salah satu, kita langsung pisah aja. Ga usah bilang kasihan anak ato masih cinta ato dungpret lainnya. Kalo memang kasihan ato cinta, gak bakalan ngelakuin keduanya. Hahaha.

    Semoga pernikahan kita dijauhkan dari godaan pelakor dan peristor yaaa lol

    Suka

    • Dan disinilah yang aku kurang pahami.. kenapa ada wanita yang bertahan setelah di selingkuhi dan di KDRT in. Aku mengenal seorang wanita, beliau dari jaman pacaran sering di selingkuhi tapi di maafkan karena berpendapat mungkin akan berubah setelah menikah… pasca menikah kelakuan suami beliau semakin menjadi setan, selain berselingkuh dengan mantannya, juga melakukan kdrt ke beliau. Nah beliau memutuskan untuk bertahan dan berpikir kalau sudah punya anak mungkin suamimya akan berubah, alhasil? Keluar anak 3 tapi suami semakin parah, sekarang bahkan tidak menafkahi, ujung2nya? Beliau harus banting tulang sendiri untuk membiayai hidup anak-anaknya plus terus di selingkuhi suaminya.. beliau curhat ke aku kalau beliau sudah sangat sakit hati.. , dalam hati aku berpikir yang *maaf* bodoh siapa? Sering kali kalau orsng curhat di selingkuhi/kdrt pasti ada yang meberi jawaban “sabar semoga Tuhan membuka pintu hatinya” dll yang intinya bersabar, aku tahu pernikahan terutama dalam kepercayaanku tidak boleh ada perceraian, tapi..bukankah perselingkuhan sudah perbuatan zinah yang tidak kalah hancurnya dengan perceraian itu sendiri? Kalau sabar melulu hanya ada 2 kemungkinan.. sabar hingga jadi nenek peot.. belum tentu ketika sudah pisah, ada yang mau mengajak untuk berkeluarga lagi… atau.. bersabar hingga tinggal nama ( tewas karena KDRT ).. kan serem.
      Untuk aku pribadi, aku juga tidak mentolerir KDRT atau perselingkuhan, di kamus ku nggak ada Khilaf. Kdrt dan perselingkuhan terjadi kalau memang ada niat.. kalau ketahuan selingkuh ya pasti say bye-bye.. kalau perlu perjuangkan hak gono gini and tunjangan anak sampai titik darah penghabiskan kalau bisa di sedot sampai kering ha ha, ada yang bilang cerai nanti yang jadi korban anaknya.. sehatan mana.. anak yang tumbuh dengan orsng tua yang bahagia atau anak yang tumbuh dengan orang tua ysng berantem setiap hari atau melihat kekerasan? Walau berat untuk berpisah.. yakin bisa hidup tenang kalau membayangkan barangnya suami pernah digunakan bareng-bareng.. sama wanita lain yg nggak tahu sudah di kunjungi berapa pria?

      Suka

      • Benar, selain itu perempuan suka ga mau pisah alesannya kasian anak. Padahal anak yang ngeliat mamanya dianiaya papanya, papa mama berantem terus, papanya maen cewe di luar, jauhhh lbh kasian.

        Suka

    • Tapi banyak loh yang terus di salahkan adalah pelakornya sendiri.. tapi kalau yang peristor kurang kencang ya hahaha .. double standard kayaknya.. sering kali dalam suatu hubungan terlarang yang salah selalu pihak ketiga yang perempuan.. nggak usah jauh-jauh.. kasus cut tari atau luna maya.. sudah bertahun-tahun lamanya terus di ungkit.. tapi yang cowonya malah karirnya semakin bagus hehehe

      Suka

  2. Thank you! Selama ini aku eneg ngeliat timeline facebook yang sering isinya ngata-ngatain “pelakor”. Bukan berarti aku setuju dengan sifat “ngambil” pacar orang lain ya, tapi masa iya yang selingkuh si suami, yang dihina-hina si orang ketiga doang. Apalagi kalau ujung-ujungnya dia dimaafin tanpa harus berbuat apa-apa. Tinggal ngejual kata maaf, ngasi seribu alasan, dan engga harus ikut marriage councelling atau apapunlah. Enak banget dong jadi tukang selingkuh, seolah bebas dari tanggung jawab begitu.

    Kalau aku pribadi ngeliatnya, yang bikin janji setia ke aku adalah laki ku. Orang ketiga mah engga bakal peduli sama perasaanku atau keluargaku. Lagian belum tentu semua “pelakor” itu tahu kalau pasangan kita sudah menikah atau punya pacar. Kalau pasangan kita memang bisa “direbut” sama orang ketiga, ya itu masalahnya antara kita sama pasangan kita.

    Memang wajar sih kalau kita marah ke orang ketiga yang ngerebut suami/pacar kita, tapi engga usah lebay deh sampai jadi haters begitu. Apalagi kalau sampai ngelabrak. Aku malah merasa malu kalau pakai acara ngelabrak-ngelabrak begituan. Harga diriku mau ditaruh dimana, masa demi laki tukang selingkuh aku umbar-umbar masalah, teriak-teriak, jadi agresif dan mukul/ngejambak. Sangat engga berkelas.

    Disukai oleh 1 orang

    • Aku malah di jawabin loh ” kamu ngak tahu rasa sakitnya seperti apa ketika pasangamu di rebut “, memang benar suamiku tidak pernsh berslingkuh ( semoga tidsk pernah selama-lamanya ), tapi kalau dulu jaman pacaran tahu kok sakitnya seperti apa saat di selingkuhi walau mungkin memang benar tidak sesakit kalau suami yang selingkuh.. cuman ya cinta harus pakai logika juga lah.. posisi suami kita jadikan posisi kita, cowo bugil sexy ganteng atau kaya raya bolak balik menggoda kita kalau kita nggak tertarik atau takut RT hancur and memikirkan pengorbanan suami masa iya tega selingkuh juga? Lucunya kalau ada istri yang tergoda dan di “rebut”..tidak di ibaratkan kucing di kasih ikan.. tapi katanya istrinya kegatelan dan keganj*nan dan *maaf* l*nte….hahahahha. Kalau melihat gosip-gosip trrutama soal mulan.. haternya seremm sampai sumpah serapah.. tapi si botaknya jarang loh yang nge maki-maki.. ( paling di kritik soal politiknya aja ) 😅

      Suka

  3. Teman2, Saya mau bertnay pndpt tmn2 jika mpunyai tman yg main2 sm suami orang smpe nikah dan punya anak, smntra istri tua nya tdk thu sm skli. smntra kita knl dg suami dan istri pertmanya iu, ap sikap yg hrs kita ambil . sbg tmn sdh pernh nasehati perselingkuhan itu jauh2 sblm mnikah tp mrka malh brlnjut smp nikah. skrg hub dg tmn ini jauh entah knp seakan tmn ini mnjauh dan mlihat mrka2 sptnya ad rasa tdk nyaman krn kasihan lihat istri tua nya yg dikampung. jd mnurut tmn2 gmn ?harus kah kasi tahu istri prtmanya ? atau biar aj kita simpan kebenaran yg kita tahu krn itu bkn urusan kita? apa org yg kita knl itu akan menuntut kita di akhirat nti krn menyembunyikan kebenaran dri dia pdhl kita knl dia dan ada hub klurga ? tolong saran nya tmn2

    Suka

    • Hallo, maaf ya telat balasnya. Baru sekarsng sempat buka blog. Untuk kasus kamu memang agak rumit ya?
      Tapi kalau seandainya aku memposisikan diri aku sebagai kamu, maka aku akan memilih untuk diam.
      Pertama aku adalah orang yang egois and karena aku memang merasa ini bukan ranah aku untuk ikut campur.. jangankan saudara jauh.. masalah pada pernikahan sodara kandung aja aku tidak ingin ikut campur sama sekali, tapi mungkin beda ya kalau kita tahu kakak ipar kita selingkuh, mungkin itu akan beda cerita.. tapi sekali lagi itu kan KALAU berhubungan dengan saudara kandung kita sendiri.
      Yang kedua, aku pikir apabila sudah mengingatkan teman kita jika apa yang di lakukannya salah itu sudah cukup ya, setidaknya kita sudsh mencoba menyadarkannya dari jalan yang salah tapi kalau dirinya tidak mau mendengarkan apalagi sampai menghasilkan anak ya kita sebagai teman bisa gimana lagi?
      Yang ketiga, masalah dosa.. aku bukan Tuhan sih ya jadi nggak bisa menilai siapa dan siapa yang akan di tuntut nanti di akhirat.. yang jelas sih yang paling bersalah and berdosa adalah orang yang berselingkuh.
      Yang terakhir worst case, kamu memberitahu istri pertamanya and sang suami diberi pilihan memilih sang istri atau selingkuhan and sang suami memilih sang istri, bagaimana nasib anak hasil perselingkuhannya? Anak itu ada karena kesalahan orang tuanya, bagaimana perasaan anda yang turut andil merampas hak anak tersebut dari ayahnya? ( walau aku tahu beberapa orang berpendapat anak dari pernikahan tidak sah secara hukum/agama tidak bernasab pada ayahnya ), namun sebagai seorang pribadi aku berpendapat baik anak luar nikah atau dalam nikah berhak mendapat nafkah/kasih sayang dari sang ayah.. begitu sebaliknya jika sang suami memilih istri ke dua, bagaimana perasaan anda melihat sang istri pertama begitu sakit hati/kecewa..sedangkan seandainya anda menutup mata, anda tidak perlu menanggung beban seperti itu.
      Aku pikir suatu pengkhianatan, sebaik-baiknya menutup bangkai akan ketahuan juga tanpa harus ada yang melapor.. but anyway ini cuman pendapatku. Lakukan apa yang menurutmu benar.
      Terima kasih sudah berkunjung ^^.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s