Hal Yang Menurutku Aneh di Jerman

Nah aku pernah ngomong soal kebiasaan-kebiasaan orang jerman yang di rasa aneh untukku, aneh bukan dalam bentuk negatif ya, tapi hal yang tidak biasa.. maklum lah ya namanya juga beda negara beda budaya jadi awal-awal kesini ada culture shock :D.

Perlu di ingat, tulisan ini tidak bermaksud untuk menyinggung suatu pihak atau bertujuan untuk membandingkan 1 dengan yang lainnya, apa yang kutulis disini 100% berdasarkan pengalaman pribadi disini jadi apabila ada yang berbeda dengan yang kalian temui sehari-hari, berarti ini kebiasaan yang jatuhnya per orang ( pribadi ) ya bukan memukul ratakan semuanya.

Nah hal-hal yang membuatku merasa aneh pertama-tama adalah :

● Jalan-jalan dengan anak baik disaat hujan, mendung, berangin, maupun sudah sangat mendung ( kecuali badai ) *fyi, buat aku sendiri hujan mendung apalagi berangin itu sangat teramat dingin apalagi musim dingin seperti belakangan ini jam 5 sore sudah gelap* 

● Memberi kado berupa kupon *bukan hal yang mutlak sih* cuman tetap aneh ya menerima kado atau memberi kado berupa kupon dan ini sering terjadi ketika seseorang memberi hadiah ( kalau bukan kupon ya bunga anyway ).

● Lebih banyak orang tua ( usia 60th+ ) daripada anak mudanya, awal-awal aku merasa ada yang janggal, setelah kuamati ternyata lebih banyak penduduk lansia daripada anak mudanya, setelah ngobrol dengan suami ternyata efek dari rendahnya angka kelahiran orang jerman.

● Orang-orang Jerman lebih memilih menyewa Wohnung ( Apartment ) daripada home owning, aku bisa berasumsi demikian karena dulu punya tetangga yang sudah almarhum, mempunyai pekerjaan bergengsi ( seorang dokter ) yang tentunya tidak sulit untuknya membayar cicilan rumah ( nggak perlu ngomong bayar rumah cash lah ya secara harganya beratus-ratus ribu euro untuk rumah biasa ) namun lebih memilih tinggal di Wohnung hingga akhir hayatnya, guru ku juga tinggal di Wohnung walaupun suaminya seorsng arsitek yang artinya dua-duanya mempunyai penghasilan yang setidaknya menutupi cicilan rumah, ada lagi pengacara ( tetangga juga namun sudah pindah ) yang juga dulunya tinggal di Wohnung entah kalau sekarang soalnya sudah pindah. Setelah bertanya-tanya and cari tahu sana sini, ternyata pemilikan property di Jerman memang rendah dibandingkan dengan negara2 tetangga lainnya walau pajak property di nilai lebih kecil dibandingkan yang lainnya, faktor utama katanya sih berhubungan dengan perang dunia ke 2 yang dulu, sama orang jerman yang memang suka hidup berpindah-pindah ( misalkan jadi expat dll ), untuk lebih jelasnya boleh di gugel ya, sedangkan kalau orang kita kan umumnya daripada duit dibayar buat kontrakan kan mending beli rumah ( dengan catatan, perbandingan cicilan rumah dan kontrakan kurleb sama ).

● Masih berhubungan dengan property, dianggapan ku dulu apartemen adalah gedung2 pencakar langit layaknya apartemen di Indonesia yang kalau kita bilang apartemen pasti penghuninya banyak.. bisa berpuluh atau beratus kk kali ya, nah di Jerman memang ada bentuk apartemen seperti itu terutama di kota-kota besar namun umumnya apartemen disini disebut Wohnung, Wohnung ini sendiri bentuknya tidak seperti apartemen yang ada di gambaran kita, bangunannya seperti bangunan rumah tapak biasa namun dalamnya ada beberapa tingkat, umumnya sih 3/4 lantai ya jadi perlantai di huni oleh 1 KK.

● Banyak toko mainan orang dewasa ( Adult/Sex Store ) bahkan di toilet pusat perbelanjaan juga ada mesin jualan mainan orang dewasa, hal yang tidak pernah kutemui di Indonesia pastinya.

● Masih berhubungan dengan kriteria “dewasa”, adanya red distrik and yang paling di kenal adalah Reeperbahn ( Hamburg ),untuk imi aku sendiri belum pernah kesana tapi kalau kata suami ada yang namanya doll house, sebutan perempuannya disebut doll cmiiw ya, and tentunya prostitusi legal ya di Jerman.

● Pantai telanjang, lagi-lagi kata suami ada.. aku sih nggak tahu ya and nggak cari tahu juga 😅, kalau ada yang tahu boleh beri tambahan info, lokasi pantai telanjang ini benar di jerman atau di negara tetangga.

● Rewel dengan suara, mungkin karena aku tumbuh dan besar di lingkungan yang ramai kali ya jadi terbiasa dengan suara-suara nyaring.. tapi disini tampaknya orang – orang sangat benci dengan suara, bahkan suara sepatu yang menapak lantai aku di komplain suami katanya berisik 😥, apalagi kalau makan indomie kan bawaannya kepengen slurrp slurrp kayak di iklan2 TV gitu kan? Kalau disini big NO NO karena di anggap tidak sopan.

● Termin/ Appointment/Janji, disimi serba janji terutama dalam pengurusan surat/dokumen/ke dokter, bahkan bertamu ke rumah orang aja harus buat janji.. kalau aku dulu di kampung halaman, lagi kebetulan ada waktu ya main ke rumah teman/saudara spontan aja ( Paling nelepon bilang mau pegi main nih ) kalaupun di rumah ternyata orangnya pergi ya sudah… kalau disini? Mau main/bertamu harus telepon jauh-jauh hari.

● Gaya makan, sarapan ( Frühstuck ), makan siang ( Mittagessen ) sama makan malam ( Abendessen/Abendbrot ), nah kalau sarapan makan roti itu sudah biasa ya, sedangkan kebiasaan suami/keluarga besarnya kalau makan malam biasa dengan roti ( abendbrot ) seperti sarapan gitu, sedangkan aku sendiri mau sarapan, makan siang, makan malam ya pakainya nasi ya sama lauk pauk 😅, dan mereka bingung liat kebiasaanku dan sebaliknya. 

● Chips/makanan ringan yang umumnya dengan rasa Paprika, belum pernah loh aku ketemu yang rasa Seaweed atau raya Ayam Panggang, rata-rata rasa Paprika ( varian lainnya ada tapi dominan paprika ) 😅

● Minggu rata-rata tutup seperti Supermarket, Toko-toko, Backery, hingga Cafetaria ( mungkin ada beberapa yang buka ), jadi umumnya kalau hari minggu orang jerman habiskan dirumah atau ke danau, atau ketaman dengan keluarga.

● Surat Ijin Memancing, kalau mau memancing, dimana saja mau di kali, sungai maupun danau hingga laut wajib mempunyai SIM ini, entah dengan diIndonesia, mungkin aku yang tidak taat hukum..kebetulan aku suka memancing namun dulu aku tidak perlu mengurus surat apa-apa..mau mancing disungai ya bawa ember bawa kail , terkecuali kalau memang ke tempat pemancingan harus membayar tarif ya, jadi pas aku ajak suami memancing aku cukup terkejut ketika beliau bilang kami harus membuat surat ijin 😅 atau menjadi anggota club mancing.

● Radio ( ARD ZDF Deutchlandradio Beitragsservice ) yang harus dibayar per 3 bulan sekali, awal2 aku kaget karena aku dulu punya radio ya punya aja tanpa perlu bayar apa-apa untuk mempunyai layanan radio, tapi kalau disimi wajib bayar terlepas punya radio di rumah atau tidak secara hp/mobil semua kan punya layanan radio ya, tapi umumnya sih semua punya radio bahkan di toko-toko elektronik aja banyak yang jual Radio sedangkam aku dulu jual elektronik, nggak pernah ketemu customer nyri radio soalnya sudah bisa nyetel di tv/hp kan?

● Mengandalkan prakiraan cuaca untuk kegiatan sehari-hari, memang sih di Indonesia kalau berita juga pasti sering ada prakiraan cuaca tapi jujur tidak pernah ku perhatikan atau ku ambil serius..soalnya sering nggak sesuai 😅😅, nah kalau disini lumayan tepat bahkan dari kemarin di Radio bilang hari ini akan ada badai, well hingga saat post ini di tulis memang lagi ada angin kencang dan hujan bahkan mati lampu berkali-kali ( sekitar 3-4 kali ) tapi dalam waktu beberapa menit saja. Awal-awal tinggal disini, aku anggap suami aneh karena dikit2 mengandalkan prakiraan cuaca dan sekaramg aku mengerti kenapa.

● Listrik, listrik di jerman dominan dimiliki perusahaan swasta ( entah kalau pemerintah punya tidak ) tapi kalau listrik yang kami pakai berasal dari perusahaan swasta ( jadi tarifnya bersaing ).

● Bensin, tarif bensin berbeda-beda bahkan beda jam beda harga.. kalau kami sih triknya biasa isi bensin dimalam hari karena biasa jatuhnya lebih murah 😄.

● Lilin, tampaknya orang sini SANGAT menyukai lilin.. disupermarket banyak sekali lilin, bahkan tiap rumah yang kukunjungi pasti ada lilinnya hingga di rumahku sendiri suami suka sekali membli lilin2 yang gede dari lilin aromaterapi hingga lilin biasa bulat and pendek  😅.

Begitulah kira-kira sebagian yang terasa aneh awal-awal aku ada disini, mungkin kalau ada tambahan lainnya ku lanjut di post yang berikutnya ya hihihi.
Sampai jumpa dan Tuhan memberkati ♡.

Iklan

10 pemikiran pada “Hal Yang Menurutku Aneh di Jerman

  1. Soal rewel suara iya, tp kalau org Jerman buang ingus ga sopan didepan istri atau kel yg lagi makan, ga minta permisi pula, najong aku sih haha kubilang aja klo di Indonesia pamali tuh org lagi makan buang ingus 😀 . Balik ke suara lagi. Waktu Benjamin umur 2 thn nih usia gesit2nya loncat2 dan lari, kita tinggal diatas, yg punya rumah dibawah, sdh seringlah ditegor, muka bego aja kita. Pas umur 3 thn an mulai bisa dibilangin si bocahnya.
    Pantai telanjang FKK ada di Jerman, nih pernah dibahas teman blogerku juga https://denkspa.com/2017/06/29/budaya-jerman-apa-itu-freikorperkultur-fkk/ .

    Suka

    • Aku nggak bisa buka loh link nya kak Nella :(, tapi berarti suami tidak memberikan informasi yang salah ya 😄.
      Kalau soal ingus belum kejadian di aku sih hihi tapi membayangkan buang ingus pas lagi makan rasanya gimana ya 😅. Perihal suara, tetangganya reseh ya..maksud ku ya namanya anak kecil ya maklum lah kalau loncat2 atau lari2 di rumah, kayak nggak pernah jadi anak-anak aja 😑😑.

      Suka

  2. Aku senyum2 sendiri baca ini…. karena ingat pas pertama kali balik ke Indonesia di usia 16-an tahun, aku diajak ke rumah nenek sama ibuku. Jawabanku waktu itu “Ya ngga bisa lah! Kan belum bikin janji! Engga sopan banget!” Ibuku cuma ketawa. Bagi dia mungkin justru lucu ke rumah orang tua sendiri perlu bikin appointment 😂

    Suka

    • Hahahahah, sudah kebiasaan ya Mae, tapi serius loh untuk aku sendiri awal-awalnya terasa aneh kok bertamu harus bikin janji dulu 😅 atau misalkan mau pergi makan sama orang tua harus bikin janji dulu, kalau aku biasanya spontan misalkan lagi di rumah ortu ya tiba-tiba kepengen makan bakso yaa hayoo, yuk ma kita makan bakso… hahaha

      Suka

  3. Waduh aku bisa ditegur melulu karena orangnya pecicilan, jadi jatohnya berisik hahaha.
    Berarti kalo mau beli apa-apa pas weekend kesempatannya pas sabtu doang ya hehe, kalo di sini kan sabtu minggu masih pada rame 😀

    Suka

    • Iya Lip, kalau mau belanja mingguan umumnya pada belanja hari sabtu, atau hari jumat setelah pulang kerja, aku sendiri umumnya pergi belanja tiap hari sabtu kalau lupa beli garam and dirumah gak tahu garamnya sudah tinggal dikit ya hari minggunya masak tanpa garam hahaha
      Aku juga berisik, pernah loh lagi makan sama teman lagi ngobrol biasa, temanku bisikin suruh jangannterlalu nyaring, pas ku perhatikan ada ibu2 yang ngeliat aku dengan tampang nggak enak 😑 and pas kuperhatikan orang2nya memang kalau ngobrol di meja makan kecil banget suaranya kayak bisik2.. antara mereka ngomongnya pelan atau aku yang budek sih….

      Suka

    • Aku sebenarnya takut loh sama lilin karena aku paranoid.. well bukan lilin yang bikin aku takut.. tapi berhubung sering dengar berita kebakaran karena lupa matiin lilin dan sejenisnya, aku jadi parno sendiri dengan yang namanya lilin apalagi karena aku pelupa kan orangnya 😑😑

      Suka

  4. Cukup banyak yg unik juga ya budayanya di sana, tapi klo punya anak untuk ga berisik agak susah juga ya. Atau orang2 di sana bisa memaklumi?
    Hari Minggu jadi dipakai buat semacam hari untuk keluarga gitu ya, Ann. Bener2 beda ya sama sini yg justru supermarket ramai di sabtu minggu.

    Suka

    • Iya kalau weekend cenderung menghabiskan waktu dengan keluarga, kalau belanja mingguan ya yang paling telat itu hari sabtu jadi kalau mau belanja kami tulis di catatan kecil biar nggak ada yabg ketinggalan 😄. Well perihal suara, kadang saking rewelnya sama suara, pasangan yang punya anak kadang sering di tegor kalau anaknya dirasa berisik seperti kejadian yang kak Nella tulis diatas, ada juga pemilik Wohnung ( apartemen ) yang menyewakan Wohnungnya khusus buat single atau pasangan yang TIDAK mempunyai anak, kalau punya anak, pemiliknya nggak mau nyewain. Nah menurut mu rewel nggak tuh? 😅

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s